Biaya bikin website di Indonesia bukan satu angka, melainkan enam angka yang jatuh tempo di waktu berbeda: domain, hosting, desain dan pembangunan, copywriting, perpanjangan tahun kedua, dan pemeliharaan rutin. Selama Anda hanya membandingkan angka pertama, Anda sedang membandingkan sesuatu yang belum selesai.
Artikel ini bukan halaman penawaran. Isinya rincian biaya bikin website per komponen, satu kebiasaan sederhana yang jarang dilakukan pembeli sebelum transfer, dan tabel kosong yang bisa Anda salin untuk mengisi angka vendor mana pun. Angka kami sendiri ikut dipasang terbuka di bagian akhir sebagai satu contoh, bukan sebagai patokan pasar.
Semua angka vendor di bawah ini kami ambil dari halaman harga masing-masing yang dibuka pada 20 dan 21 September 2026, dan tautannya ada di bagian Sumber. Sampelnya 18 vendor. Itu cukup untuk menunjukkan pola, tetapi terlalu kecil untuk diubah menjadi persentase pasar, jadi kami tidak akan melakukannya.
Enam komponen yang membentuk biaya membuat website
Biaya bikin website selalu bisa dipecah menjadi enam baris, dan tiap baris punya jadwal pembayarannya sendiri. Kalau sebuah penawaran terasa sulit dibandingkan, biasanya karena vendor menggabungkan beberapa komponen ini menjadi satu baris, lalu memisahkan sisanya ke halaman lain. Memecahnya kembali adalah pekerjaan pertama yang harus Anda lakukan. Berikut enam komponennya, beserta angka nyata yang bisa Anda cek sendiri.
1. Domain, komponen paling kecil dan paling sering disandera
Domain adalah alamat situs Anda. Di Rumahweb, harga yang tertulis untuk .com adalah Rp201.000 per tahun, .id Rp219.000 per tahun, dan .co.id Rp300.000 per tahun, dan ketiganya berlaku sama untuk perpanjangan. Jadi ini komponen yang paling mudah diprediksi sepanjang umur situs.
Yang membuat komponen kecil ini jadi masalah besar bukan harganya, melainkan kepemilikannya. Keluhan yang berulang di forum pembeli adalah domain didaftarkan atas nama vendor, lalu pemilik usaha tidak bisa memindahkan situsnya ketika hubungan kerja berakhir. Kalau Anda belum yakin bedanya domain dan hosting, kami membahasnya terpisah di panduan domain dan hosting untuk pemilik usaha.
2. Hosting, tempat berkas situs Anda disimpan
Hosting dijual dengan pola yang perlu dibaca pelan. Di Hostinger, paket Single tertulis Rp12.900 per bulan, tetapi angka itu berlaku untuk kontrak 48 bulan yang dibayar di muka sebesar Rp619.200. Harga perpanjangannya tertulis Rp54.900 per bulan.
Artinya, empat tahun pertama Anda membayar Rp619.200, lalu tahun kelima saja berbiaya sekitar Rp658.800. Satu tahun setelah promo habis lebih mahal daripada empat tahun pertama digabung. Ini bukan jebakan tersembunyi karena angkanya tertulis apa adanya di halaman mereka, tetapi memang hanya terlihat kalau Anda menjumlahkannya sendiri.
3. Desain dan pembangunan, komponen terbesar dan paling bervariasi
Ini bagian yang orang maksud ketika bertanya soal biaya bikin website. Dari 18 vendor yang kami periksa, hanya sebagian yang mencantumkan angka di halamannya: 4 dari 18 untuk landing page satu halaman, dan 9 dari 18 untuk company profile. Sisanya tidak memuat angka di halaman itu dan mengarahkan pembaca ke formulir atau tombol hubungi kami.
Dari yang mencantumkan angka, landing page satu halaman berada di rentang Rp300.000 sampai Rp1.500.000, sedangkan company profile berada di rentang Rp1.000.000 sampai Rp19.000.000 dengan zona padat Rp1.750.000 sampai Rp5.000.000 untuk 5 sampai 20 halaman. Rentang selebar itu bukan pertanda pasar kacau. Isinya memang beda, dan itulah kenapa membandingkan angka telanjang tanpa membaca isi paket selalu menyesatkan.
4. Copywriting, komponen yang paling sering kabur satuannya
Copywriting muncul di halaman harga dengan dua pola yang berbeda jauh. Webzoo menuliskannya di kesembilan paketnya, sebagai Basic Copy Writing di paket termurah dan Advanced Copy Writing di paket lainnya, tanpa menyebut berapa halaman atau berapa kata yang dihitung. Resolusiweb sebaliknya, hanya memasukkannya di tiga paket WordPress termahalnya dengan batas yang tertulis jelas: gratis copywriting maksimal 5 halaman di paket Rp7.600.000, 10 halaman di Rp14.000.000, dan 15 halaman di Rp19.000.000. Enam paket WordPress-nya yang lebih murah tidak menyebut copywriting sama sekali.
Jadi pertanyaannya bukan apakah copywriting disebut, melainkan berapa banyak yang tercakup dan siapa yang menyediakan bahannya. Kalau sebuah penawaran 10 halaman menyebut copywriting tanpa angka, tanyakan batasnya sebelum transfer, karena selisih antara kami tulis semua dan kami rapikan teks yang Anda kirim menentukan berapa banyak pekerjaan yang jatuh ke tangan Anda. Biaya waktu itu nyata meskipun tidak pernah masuk invoice. Di daftar harga kami, copywriting per halaman tertulis Rp250.000 dan artikel blog 800 kata Rp350.000, lengkap dengan satuannya, supaya tidak muncul sebagai tagihan susulan.
5. Perpanjangan tahun kedua, angka yang menentukan total
Inilah komponen yang paling sering mengubah peringkat penawaran biaya bikin website. Webzoo mencantumkan kolom tahun berikutnya berdampingan dengan harga awal, misalnya Paket Website Untung Rp1.500.000 dengan perpanjangan Rp800.000 per tahun. Resolusiweb juga mencantumkannya, misalnya WP Hemat Rp1.900.000 dengan perpanjangan Rp950.000 per tahun. IndoWebsite mencantumkan perpanjangan Rp1.550.000 per tahun untuk ketiga paketnya, termasuk paket termurahnya yang berharga Rp1.750.000.
Ketiganya jujur mencantumkan angkanya. Yang tidak dilakukan ketiganya, dan tidak kami temukan di 18 halaman harga yang kami buka, adalah menjumlahkan angka itu menjadi total multi-tahun di halaman yang sama. Pembeli diminta menghitung sendiri, pada saat yang sama ketika ia sedang membandingkan lima penawaran sekaligus.
6. Pemeliharaan, biaya yang berjalan diam-diam
Pemeliharaan mencakup pembaruan sistem, cadangan berkala, pemantauan, dan perbaikan kecil. Sinergiweb mencantumkan paket Basic Rp300.000 sampai Rp500.000 per bulan, Standard Rp700.000 sampai Rp1.000.000 per bulan, dan Premium Rp1.500.000 sampai Rp3.000.000 per bulan.
Perhatikan satuannya. Paket Basic yang terdengar kecil berarti Rp3.600.000 sampai Rp6.000.000 dalam satu tahun, yang untuk banyak usaha kecil lebih besar daripada biaya membangun situsnya. Pemeliharaan tidak selalu wajib untuk situs profil usaha yang sederhana, tetapi kalau vendor mewajibkannya, itu harus masuk hitungan Anda sejak awal.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Komponen | Kapan dibayar | Contoh angka yang tertulis di halaman vendor |
|---|---|---|
| Domain | Tiap tahun | .com Rp201.000, .id Rp219.000, .co.id Rp300.000 (Rumahweb) |
| Hosting | Tiap tahun atau per kontrak | Rp12.900 per bulan untuk kontrak 48 bulan, perpanjangan Rp54.900 per bulan (Hostinger) |
| Desain dan pembangunan | Sekali di awal | Landing page Rp300.000 sampai Rp1.500.000; company profile zona padat Rp1.750.000 sampai Rp5.000.000 |
| Copywriting | Sekali, per halaman | Disebut tanpa satuan (Webzoo) atau dibatasi 5 sampai 15 halaman di paket atas (Resolusiweb). Acuan kami Rp250.000 per halaman |
| Perpanjangan | Mulai tahun ke-2 | Rp800.000 (Webzoo), Rp950.000 (Resolusiweb), Rp1.550.000 (IndoWebsite) per tahun |
| Pemeliharaan | Tiap bulan | Rp300.000 sampai Rp3.000.000 per bulan (Sinergiweb) |
Berapa biaya membuat website menurut halaman harga vendor
Pertanyaan berapa biaya membuat website paling jujur dijawab dengan rentang, bukan satu angka. Tetapi rentang saja juga tidak menolong kalau Anda tidak tahu apa yang membuat sebuah paket berada di ujung bawah atau ujung atas.
Dari 18 halaman harga yang kami buka, ada tiga pola yang berulang dan layak Anda kenali sebelum membaca penawaran mana pun.
Pola pertama, harga dipecah jadi per bulan. IDwebhost menampilkan paket Centa Rp34.900 per bulan, Deca Rp79.900 per bulan, dan Hecto Rp179.900 per bulan, dengan pilihan kontrak 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun. Ketiga angka itu baru berlaku pada kontrak 3 tahun; di kontrak 6 bulan, Centa tertulis Rp99.900 per bulan. Angka bulanan terbaca murah, tetapi total yang benar-benar Anda bayar tidak pernah muncul sebagai satu angka di halaman itu.
Pola kedua, diskon yang tidak punya tanggal berakhir. Resolusiweb memasang harga coret di sembilan paketnya sekaligus. IDwebhost memasang diskon 65 persen, 67 persen, dan 60 persen. Ketika hampir semua vendor berdiskon terus-menerus, harga coret berhenti berfungsi sebagai informasi dan Anda tinggal membaca angka sebelah kanannya saja.
Pola ketiga, keterangan yang hilang justru di paket mahal. Waktu pengerjaan dicantumkan rapi oleh IndoWebsite (5, 7, dan 14 hari kerja) dan IDwebhost (2, 5, dan 6 hari), tetapi menghilang di banyak paket kelas atas. Jumlah revisi juga begitu: IDwebhost menulis angka pasti (1 kali dan 2 kali revisi desain), sedangkan sebagian vendor menulis revisi minor tanpa batas tanpa pernah menjelaskan apa yang dihitung minor.
Kami tidak menyebut pola ini kecurangan. Sebagian besar vendor ini menulis angkanya apa adanya di halaman publik, dan itu sudah lebih baik daripada tombol hubungi kami. Masalahnya ada di sisi pembeli: informasinya tersedia, tetapi tidak pernah dijumlahkan. Ketiga pola itu membuat biaya bikin website tampak lebih kecil di layar daripada di rekening, tanpa satu angka pun yang keliru.
Kebiasaan yang jarang dilakukan: jumlahkan tiga tahun sebelum membandingkan
Ini inti artikel ini. Sebelum membandingkan dua penawaran biaya bikin website, ubah dulu keduanya menjadi satu angka yang sama satuannya: total yang Anda bayar sampai akhir tahun ketiga. Tiga tahun dipilih karena di situlah selisih perpanjangan mulai terasa, dan karena kebanyakan situs profil usaha memang bertahan lebih lama dari itu.
Contohnya bukan hipotetis. Ambil dua paket 5 halaman dari dua vendor yang sama-sama mencantumkan angkanya secara terbuka:
- IndoWebsite PLAN 1: Rp1.750.000 di tahun pertama, perpanjangan Rp1.550.000 per tahun. Total tiga tahun Rp4.850.000.
- Resolusiweb WP Hemat: Rp1.900.000 di tahun pertama, perpanjangan Rp950.000 per tahun. Total tiga tahun Rp3.800.000.
Paket yang lebih murah Rp150.000 di awal berakhir lebih mahal Rp1.050.000 setelah tiga tahun. Total di atas adalah hitungan kami dari angka yang tertulis di halaman masing-masing, bukan angka yang mereka tampilkan sendiri.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Paket (sampel, 20 September 2026) | Halaman | Tahun 1 | Perpanjangan per tahun | Total 3 tahun (hitungan kami) |
|---|---|---|---|---|
| Webzoo Paket Website Untung | 5 | Rp1.500.000 | Rp800.000 | Rp3.100.000 |
| Resolusiweb WP Hemat | 5 | Rp1.900.000 | Rp950.000 | Rp3.800.000 |
| IndoWebsite PLAN 1 | 5 | Rp1.750.000 | Rp1.550.000 | Rp4.850.000 |
| Resolusiweb WP Basic | 10 | Rp2.600.000 | Rp950.000 | Rp4.500.000 |
| Webzoo Paket Bisnis | 10 | Rp2.525.000 | Rp1.000.000 | Rp4.525.000 |
| IndoWebsite PLAN 2 | 10 | Rp2.500.000 | Rp1.550.000 | Rp5.600.000 |
Baca tabel itu sekali lagi dari bawah. Paket 10 halaman seharga Rp2.525.000 di Webzoo berakhir di Rp4.525.000 setelah tiga tahun, lebih murah daripada paket 5 halaman seharga Rp1.750.000 di IndoWebsite yang berakhir di Rp4.850.000. Dua kali lipat jumlah halaman, dengan total tiga tahun yang justru lebih kecil. Perbandingan berdasarkan harga awal akan membalik kesimpulan itu sepenuhnya.
Angka awal memberi tahu Anda berapa yang keluar minggu ini. Total tiga tahun memberi tahu Anda berapa yang keluar dari usaha Anda.
Catatan penting supaya tabel ini dipakai dengan benar: isi keenam baris itu tidak identik. Jumlah halaman berbeda, cakupan berbeda, dan sebagian menyertakan pemeliharaan sementara sebagian tidak. Tabel ini menunjukkan cara menghitung, bukan vonis siapa yang paling layak dipilih.
Rumus dan tabel kosong yang bisa Anda salin
Rumus berikut memecah biaya bikin website menjadi angka yang bisa dijumlahkan. Isinya cukup satu baris, dan sengaja dibuat sederhana supaya bisa dikerjakan di catatan ponsel sambil membaca penawaran.
Total 3 tahun = Biaya tahun pertama + (Perpanjangan tahunan x 2) + (Pemeliharaan bulanan x 24) + Biaya di luar paket
Biaya tahun pertama sudah mencakup pembangunan, domain, dan hosting bila vendor memaketkannya. Kalau tidak, pecah dulu ketiganya, lalu jumlahkan. Biaya di luar paket adalah semua yang Anda tahu pasti akan dibeli: copywriting, halaman tambahan, atau ronde revisi ekstra.
Salin tabel berikut satu kali untuk tiap vendor yang Anda pertimbangkan. Isi hanya dari angka yang benar-benar tertulis. Kalau sebuah baris tidak bisa diisi karena vendor tidak menyebutkannya, kosongnya itu sendiri adalah informasi penting.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Baris | Angka vendor A | Angka vendor B |
|---|---|---|
| Biaya pembuatan (sekali bayar) | ||
| Domain tahun pertama | ||
| Hosting tahun pertama | ||
| Copywriting atau pengisian konten | ||
| Perpanjangan tahun ke-2 | ||
| Perpanjangan tahun ke-3 | ||
| Pemeliharaan per bulan dikali 24 bulan | ||
| Ronde revisi tambahan dan halaman tambahan | ||
| Total 3 tahun |
Tambahkan satu baris terakhir yang tidak berisi rupiah tetapi menentukan nilai semuanya: atas nama siapa domain dan hosting didaftarkan. Dua penawaran dengan total identik bukan penawaran yang setara kalau yang satu menaruh aset itu atas nama Anda dan yang satu lagi tidak.
Angka kami sebagai satu contoh terbuka
Supaya artikel ini tidak hanya menyuruh orang lain menghitung, berikut total tiga tahun kami sendiri, dijumlahkan dengan rumus yang sama. Ini satu contoh, bukan patokan pasar, dan silakan dimasukkan ke tabel Anda berdampingan dengan penawaran lain.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Paket | Tahun 1 | Tahun 2 | Tahun 3 | Total 3 tahun |
|---|---|---|---|---|
| Landing Page Siap Iklan | Rp2.500.000 | Rp750.000 | Rp750.000 | Rp4.000.000 |
| Profil Usaha 5 | Rp4.450.000 | Rp750.000 | Rp750.000 | Rp5.950.000 |
| Katalog Pesan via WhatsApp | Rp5.950.000 | Rp950.000 | Rp950.000 | Rp7.850.000 |
| Profil Usaha 10 | Rp6.950.000 | Rp950.000 | Rp950.000 | Rp8.850.000 |
Sekarang bagian yang biasanya tidak ditulis vendor tentang dirinya sendiri. Profil Usaha 5 kami berakhir di Rp5.950.000 untuk tiga tahun, dan angka itu lebih tinggi daripada tiga pembanding 5 halaman di tabel sebelumnya. Kami tidak murah, dan kami tidak akan menulis seolah-olah murah.
Yang kami jual adalah keterhitungan. Angka perpanjangan sudah tertulis sejak sebelum Anda chat, biaya tambahan seperti halaman ekstra dan ronde revisi keempat juga tertulis, dan domain beserta hosting didaftarkan atas nama Anda sejak hari pertama sehingga pemindahan kapan pun berbiaya nol. Rincian tiap paket ada di halaman paket dan angka kami, dan contoh hasil untuk situs profil usaha ada di halaman pembuatan website company profile.
Tiga cara biaya buat website berubah setelah Anda transfer
Rencana biaya buat website paling sering meleset bukan karena vendor berbohong, tetapi karena tiga hal ini tidak pernah ditanyakan di awal. Dua di antaranya muncul berulang di keluhan pembeli yang kami baca, dan yang ketiga terbaca langsung dari halaman harga vendor. Ketiganya bisa dicegah dengan satu pertanyaan tertulis.
Kontrak panjang yang menyamarkan total
Harga per bulan yang menarik hampir selalu mensyaratkan kontrak panjang, dan harga perpanjangannya berbeda jauh. Contoh paling terang ada di hosting: Rp12.900 per bulan untuk 48 bulan, lalu Rp54.900 per bulan sesudahnya. Halaman Hostinger sendiri mencantumkan jaminan 30 hari uang kembali, jadi yang perlu Anda pastikan bukan ada atau tidaknya pengembalian, melainkan apa yang terjadi kalau Anda berhenti setelah 30 hari itu lewat. Tanyakan tertulis sebelum membayar 48 bulan di muka.
Tagihan perpanjangan yang tidak sesuai perkiraan
Dalam surat pembaca di MediaKonsumen tertanggal 13 Februari 2026, Christian Fridho dari Jakarta Pusat memerinci tagihan Rp517.949 yang terdiri dari perpanjangan domain .ID Rp420.000, late fee Rp46.620, dan PPN Rp51.329, padahal menurutnya tagihan wajarnya sekitar Rp210.000 ditambah PPN dan masa aktif domainnya baru habis Agustus 2026. Kami tidak memakai kasus ini untuk menilai penyedia mana pun, hanya untuk satu pelajaran praktis: minta angka perpanjangan tertulis, lalu simpan pesannya.
Pekerjaan yang ternyata di luar paket
Ini lubang terbesar yang kami temukan di riset kompetitor. Sebagian vendor menulis revisi minor tanpa batas tanpa pernah mendefinisikan apa yang dihitung minor, sebagian lagi menyebut ada biaya revisi di luar kuota padahal kuotanya sendiri tidak pernah disebut. Selama definisinya kabur, batas antara termasuk dan tidak termasuk ditentukan belakangan, dan bukan oleh Anda.
Untuk menutup lubang ini, mintalah dua kalimat tertulis: berapa ronde revisi yang Anda dapat, dan apa yang dihitung satu ronde. Di tempat kami, satu ronde berarti satu daftar tertulis yang dikirim sekaligus, bukan satu permintaan perubahan tunggal, dan satuan itu sengaja ditulis berdampingan dengan angkanya.
Enam pertanyaan sebelum Anda transfer
Kirim enam pertanyaan ini sebagai satu pesan. Vendor yang serius bisa menjawab keenamnya tanpa perlu rapat internal, karena semua jawabannya sudah ada di dokumennya sendiri. Jawaban yang berputar adalah informasi juga.
- Atas nama siapa domain dan hosting didaftarkan? Minta nama akun registrar dan email pemiliknya, bukan sekadar jawaban punya Anda.
- Berapa biaya perpanjangan tahun kedua dan ketiga? Minta angkanya, bukan kisaran, dan minta dalam bentuk tertulis.
- Berapa ronde revisi, dan apa yang dihitung satu ronde? Dua bagian ini harus dijawab bersamaan agar bermakna.
- Tanggal serah terima berapa, dihitung sejak kapan? Tanggal tanpa titik mulai yang jelas akan selalu bergeser mengikuti materi yang belum Anda kirim.
- Apa yang tidak termasuk? Daftar pengecualian yang panjang adalah tanda baik, bukan tanda buruk.
- Berapa biayanya kalau saya pindah hosting tahun depan? Jawaban atas pertanyaan ini memberi tahu Anda siapa sebenarnya pemilik situs itu.
Simpan jawabannya di satu tempat, lalu masukkan angkanya ke tabel tiga tahun tadi. Pekerjaannya tidak lama untuk tiga vendor, dan justru pekerjaan singkat itu yang memisahkan keputusan berdasarkan angka dari keputusan berdasarkan kesan.
Kesimpulan
Biaya bikin website terbentuk dari enam komponen yang jatuh tempo di waktu berbeda, dan angka yang paling sering dipakai membandingkan penawaran justru angka yang paling sedikit menjelaskan. Pecah dulu komponennya, jumlahkan sampai tahun ketiga, lalu bandingkan angka yang satuannya sama. Sering kali urutannya berubah, dan kadang berubah sampai lebih dari satu juta rupiah seperti pada dua paket 5 halaman di tabel tadi.
Kalau Anda ingin angka untuk usaha Anda sendiri, kami siapkan rinciannya dalam bentuk yang bisa langsung dimasukkan ke tabel tiga tahun: harga paket, angka perpanjangan, daftar yang tidak termasuk, jumlah ronde revisi, dan tanggal serah terima.
Minta rincian biaya lewat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru), sebutkan jenis usaha dan perkiraan jumlah halaman, dan kami balas dengan angka beserta tanggalnya.
Sumber
Semua halaman di bawah ini dibuka langsung saat artikel ini disusun, pada 20 dan 21 September 2026. Harga di Indonesia sering berubah, jadi cek ulang sebelum Anda memakai angkanya untuk mengambil keputusan.
- Rumahweb, daftar harga domain, untuk harga .com, .id, dan .co.id per tahun.
- Hostinger Indonesia, hosting murah, untuk harga paket Single, panjang kontrak, harga perpanjangan, dan jaminan 30 hari uang kembali.
- IDwebhost, jasa pembuatan website, untuk harga bulanan paket Centa, Deca, Hecto, pilihan panjang kontrak, waktu pengerjaan, dan jumlah revisi.
- Resolusiweb, jasa pembuatan website, untuk harga paket WordPress, biaya perpanjangan per tahun, batas gratis copywriting di tiga paket teratas, dan frasa revisi minor tanpa batas.
- Webzoo, halaman harga, untuk harga awal, kolom tahun berikutnya, dan baris Copy Writing di tiap paket.
- IndoWebsite, jasa pembuatan website, untuk harga PLAN 1 sampai PLAN 3, waktu pengerjaan, dan perpanjangan Rp1.550.000 per tahun.
- Sinergiweb, paket maintenance bulanan, untuk rentang harga pemeliharaan per bulan.
- MediaKonsumen, surat pembaca 13 Februari 2026, untuk rincian tagihan perpanjangan domain yang dikeluhkan.
Rentang pasar yang disebut di artikel ini berasal dari sampel 18 vendor yang halaman harganya kami buka pada 20 September 2026. Sampel sebesar itu menunjukkan pola, bukan pangsa pasar, jadi angkanya tidak kami ubah menjadi persentase.
Keluhan pembeli yang kami rujuk berasal dari kumpulan kutipan yang kami himpun dari thread forum publik, surat pembaca, dan ulasan bisnis. Kumpulan itu bersifat kualitatif dan dipakai untuk menunjukkan pola keluhan yang berulang, bukan untuk mengukur seberapa sering hal itu terjadi di pasar. Dari kumpulan itu, yang kami tautkan di atas hanya surat pembaca MediaKonsumen karena halamannya bisa Anda buka dan periksa sendiri.



