Cara bikin website untuk usaha kecil sebenarnya hanya sembilan langkah, dan enam di antaranya bisa Anda kerjakan sendiri tanpa keluar uang sama sekali. Yang berbayar cuma tiga: nama domain, tempat menyimpan berkasnya, dan tenaga orang lain kalau Anda memilih tidak mengerjakannya sendiri.
Pasarnya sendiri sudah lebih dari cukup besar. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menghitung 221.563.479 pengguna internet dengan penetrasi 79,5 persen pada 2024, dan rilis berikutnya menaikkan angka itu ke sekitar 229 juta pengguna dengan penetrasi 80,66 persen. Calon pembeli Anda sudah ada di sana. Yang belum ada cuma halaman tempat mereka mendarat.
Panduan cara bikin website ini menyusun kesembilan langkahnya berurutan, menyebut terus terang mana yang gratis dan mana yang bayar, dan menaruh satu hal di urutan pertama yang biasanya diletakkan paling belakang: kepemilikan domain. Alasannya ada di bagian pertama, dan alasannya tidak menyenangkan.
Ringkasan 9 langkah, mana yang gratis dan mana yang bayar
Sebelum masuk ke detail, ini peta seluruh pekerjaan cara bikin website dari nol. Kolom biaya memakai harga yang benar-benar tercantum di halaman penyedia pada 21 September 2026, bukan perkiraan.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Langkah | Bisa dikerjakan sendiri | Kisaran biaya |
|---|---|---|
| 1. Daftarkan domain atas nama sendiri | Ya | Rp201.000 sampai Rp300.000 per tahun |
| 2. Siapkan hosting | Ya | Rp0 (paket gratis) sampai ratusan ribu per tahun |
| 3. Susun struktur halaman | Ya | Rp0 |
| 4. Bangun halamannya | Ya, dengan waktu belajar | Rp0 sampai jutaan rupiah |
| 5. Uji jalur gratis kalau masih ragu | Ya | Rp0 |
| 6. Tulis isi halaman | Ya | Rp0, atau sekitar Rp250.000 per halaman bila ditulis orang lain |
| 7. Pasang SSL dan uji kecepatan | Ya | Rp0 |
| 8. Daftar Search Console dan kirim sitemap | Ya | Rp0 |
| 9. Kunci kepemilikan akun dan catat perpanjangan | Ya | Rp0 |
Jadi biaya wajibnya satu baris saja: domain. Sisanya pilihan. Ini penting disadari sejak awal, karena banyak pemilik usaha menunda bertahun-tahun sambil mengira harus menyiapkan jutaan rupiah lebih dulu. Yang sebenarnya menahan mereka bukan uang, melainkan tidak tahu urutannya.
Langkah 1: Daftarkan domain atas nama Anda sendiri, bukan atas nama vendor
Dalam urutan cara bikin website yang kami pakai, langkah pertama bukan memilih desain, bukan memilih platform, dan bukan menghubungi siapa pun. Langkah pertama adalah membuka akun di penyedia nama domain memakai email Anda sendiri, lalu mendaftarkan nama domainnya dari akun itu.
Kami menaruhnya di urutan pertama karena satu alasan. Dalam riset keluhan pembeli yang kami susun untuk pasar Indonesia (45 kutipan terverifikasi dari forum publik dan ulasan terbuka, dikumpulkan September 2026), domain, hosting, dan akun yang dikuasai vendor termasuk tema yang paling sering muncul. Satu kalimat dari seorang pemilik usaha merangkum seluruh masalahnya:
"Di term mereka domain itu milik mereka. Memang sih tidak ada perjanjian apa-apa. Saya merasa terlalu bergantung ke mereka, kalau biaya langganan naik kami mau ga mau tetap di situ."
Perhatikan bahwa yang membuat orang itu tersandera bukan kontraknya, melainkan justru tidak adanya kontrak. Selama nama di kolom registrant bukan nama Anda dan email akunnya bukan email Anda, secara praktis Anda menyewa alamat, bukan memilikinya. Ini bukan soal vendor jahat atau baik, ini soal siapa yang namanya tercatat.
Yang harus dipastikan saat mendaftar cuma empat hal, dan semuanya bisa dicek sendiri dalam lima menit:
- Akun registrar dibuat dengan email Anda, dan kata sandinya Anda yang pegang.
- Kolom registrant di data WHOIS berisi nama Anda atau nama badan usaha Anda.
- Kartu pembayarannya kartu Anda, supaya perpanjangan tidak bergantung pada niat baik orang lain.
- Perlindungan privasi WHOIS boleh menyembunyikan data dari publik, tetapi registrant di sisi registrar tetap harus nama Anda.
Soal berbulan-bulan itu bukan kiasan. Kebijakan transfer ICANN (tab baru) mengunci domain selama 60 hari sejak tanggal pembuatan, lalu mengunci lagi 60 hari setelah perubahan data registrant. Kabar baiknya, kebijakan yang sama mewajibkan registrar menyerahkan kode AuthInfo dan membuka kunci transfer dalam lima hari kalender, dan permintaan itu tidak boleh dipersulit melebihi permintaan ubah data kontak biasa. Jadi kalau situasinya terlanjur, Anda punya dasar untuk menuntut.
Memilih ekstensi dan harganya
Untuk usaha Indonesia ada tiga pilihan yang masuk akal. Harga di Rumahweb (tab baru) pada 21 September 2026: .com Rp201.000 per tahun, .id Rp219.000 per tahun, dan .co.id Rp300.000 per tahun. Ekstensi berakhiran .id dikelola PANDI (tab baru) lewat registrar terakreditasi, dan .co.id meminta bukti usaha. Rumahweb menuliskan syaratnya dua berkas, KTP Republik Indonesia dan NIB, jadi siapkan keduanya kalau memilih ekstensi ini.
Pendapat kami, dan ini memang pendapat: untuk sebagian besar usaha kecil, .com masih pilihan paling aman karena paling murah dan paling sedikit menimbulkan salah dengar saat disebutkan lewat telepon. Ambil .id kalau pasar Anda seluruhnya di dalam negeri dan nama .com yang Anda mau sudah diambil orang.
Langkah 2: Siapkan hosting sesuai ukuran situs, bukan sesuai diskon
Domain itu alamatnya, hosting itu tanahnya. Dua hal berbeda yang dijual terpisah, dan sering dijual sepaket sehingga pemula mengira keduanya satu barang. Kalau bagian ini masih kabur, baca dulu penjelasan lengkap soal apa itu hosting dan domain sebelum melanjutkan.
Untuk situs lima halaman berisi profil usaha, hosting bersama paling murah di penyedia mana pun sudah lebih dari cukup. Anda tidak butuh VPS, tidak butuh paket berlabel unlimited, dan tidak butuh berlangganan tiga tahun di muka hanya karena harga per bulannya terlihat lebih kecil di halaman promo.
Yang sering kami temui saat mengaudit situs orang lain: pemilik usaha membayar paket hosting besar untuk tiga tahun sekaligus, padahal situsnya sepanjang tahun dikunjungi beberapa ratus orang. Uangnya bukan hilang, tetapi salah tempat. Kalau anggaran terbatas, letakkan selisihnya di foto produk yang layak, bukan di kapasitas server yang tidak akan pernah terpakai.
Satu catatan teknis yang menghemat waktu nanti: pastikan paket hosting Anda mendukung sertifikat gratis dari Let's Encrypt (tab baru), lembaga nirlaba yang dijalankan Internet Security Research Group. Hampir semua penyedia arus utama sudah mendukungnya sekarang, dan dukungan itu membuat langkah tujuh gratis dan selesai dalam satu klik.
Langkah 3: Susun struktur halaman sebelum menyentuh desain
Kesalahan paling umum saat orang belajar cara bikin website adalah membuka pembangun halaman lebih dulu, lalu bingung harus mengisi apa. Balik urutannya. Tulis daftar halaman di kertas atau catatan ponsel sebelum membuka apa pun.
Untuk profil usaha, lima halaman ini sudah menutup hampir semua kebutuhan: Beranda, Tentang, Layanan atau Produk, Galeri, dan Kontak. Itu bukan angka acak. Struktur yang sama kami pakai di paket website company profile, karena di bawah lima halaman situsnya terasa kosong, dan di atas itu pemilik usaha biasanya kehabisan bahan sebelum halamannya terisi.
Sekalian tentukan alamat tiap halaman. Panduan dasar Google Search (tab baru) menyarankan memasukkan kata yang berguna bagi pengguna ke dalam URL, dan mengelompokkan halaman sejenis ke dalam direktori agar strukturnya terbaca. Jadi tulis /layanan/servis-ac/, bukan /page-id-4172/. Ini keputusan lima detik yang sulit diubah setelah halamannya terlanjur terindeks.
Langkah 4: Cara membuat website sendiri, tiga jalur dan biayanya
Sampai di sini barulah Anda memilih alat. Ada tiga jalur, dan tidak ada yang secara mutlak lebih baik. Yang ada cuma cocok dan tidak cocok dengan waktu serta kemampuan Anda.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Jalur | Cocok untuk | Waktu belajar | Biaya tahun pertama |
|---|---|---|---|
| Pembangun serba ada (Wix, Squarespace, Google Sites) | Satu orang, halaman sederhana, ingin cepat | Beberapa jam | Rp0 sampai ratusan ribu per bulan |
| WordPress di hosting sendiri | Yang ingin memiliki berkasnya dan berencana menambah blog | Beberapa hari sampai beberapa pekan | Domain plus hosting saja, bila temanya gratis |
| Dibangun orang lain | Halaman yang akan menerima iklan berbayar atau terikat tanggal pasti | Tidak ada, tetapi tetap butuh waktu menyiapkan materi | Jutaan rupiah |
Cara membuat website sendiri yang paling sering berhasil untuk pemula adalah jalur kedua, dengan satu syarat: Anda bersedia menghabiskan satu akhir pekan penuh untuk belajar. WordPress di hosting sendiri memberi kendali penuh atas berkasnya, bisa dipindahkan kapan saja, dan tidak mengunci Anda ke satu penyedia. Kerugiannya jujur saja nyata: Anda menjadi orang yang bertanggung jawab saat ada pembaruan yang merusak tampilan.
Pendapat kami yang mungkin tidak populer: pembangun serba ada sering diremehkan orang teknis, padahal untuk warung, salon, bengkel, atau klinik dengan satu lokasi, hasilnya sudah cukup dan pemiliknya benar-benar sanggup mengurusnya sendiri. Situs biasa yang hidup jauh lebih berguna daripada situs WordPress bagus yang tidak pernah diperbarui sejak hari pertama.
Langkah 5: Cara bikin website gratis, dan apa yang Anda korbankan
Kalau Anda belum yakin usaha ini akan berjalan, menguji lewat jalur gratis itu keputusan yang sehat. Ada tiga yang layak dicoba: paket gratis WordPress.com, Google Sites, dan Blogger. Ketiganya benar-benar tanpa biaya dan tanpa kartu kredit.
Tetapi gratis selalu ada harganya, dan harganya tertulis terang di halaman resmi mereka. Paket gratis WordPress.com (tab baru) memberi penyimpanan 1 GB, alamat berupa subdomain wordpress.com, menampilkan iklan mereka kepada pengunjung Anda, dan tidak menyertakan domain sendiri. Domain sendiri baru masuk di paket berbayar termurah. Google Sites (tab baru) serupa: membuat situs semudah memilih templat lalu mengetik nama, dan alamat bawaannya menumpang domain Google.
Jadi cara bikin website gratis itu nyata dan berfungsi. Yang tidak gratis adalah alamatnya. Dan alamat termasuk bagian yang paling merepotkan untuk diganti belakangan, karena setiap kartu nama, setiap spanduk, dan setiap tautan yang sudah menunjuk ke alamat lama akan mati begitu Anda pindah.
Kompromi yang kami sarankan, dan ini kombinasi yang jarang disebutkan: beli domainnya, tunda hostingnya. Kunci nama Anda seharga dua ratus ribuan setahun, lalu arahkan domain itu ke situs gratis mana pun. Saat Anda siap pindah ke hosting sendiri, alamatnya tidak berubah, dan tidak ada satu pun tautan yang patah.
Langkah 6: Tulis isi halaman dengan bahasa pembeli
Bagian ini gratis, dan dari seluruh rangkaian cara bikin website, justru bagian inilah yang paling menentukan apakah orang menghubungi Anda atau menutup tab.
Aturan praktis yang kami pakai: buka riwayat pesan WhatsApp usaha Anda, baca 20 pertanyaan terakhir dari calon pembeli, lalu jawab kedua puluhnya di halaman. Selesai. Itulah isi halaman yang sesungguhnya. Bukan "kami adalah perusahaan yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik", kalimat yang tidak menjawab satu pun pertanyaan siapa pun.
Untuk judul tiap halaman, Google menyarankan judul yang unik untuk halaman itu, jelas, ringkas, menggambarkan isinya dengan akurat, dan boleh memuat nama usaha serta lokasi. Jadi "Servis AC Panggilan Sleman | Nama Usaha Anda" mengalahkan "Home" atau "Selamat Datang".
Satu hal lagi yang banyak dihindari orang, padahal ini pembeda paling murah: tulis harganya. Dari 18 halaman harga vendor website yang kami buka satu per satu pada September 2026, kami tidak menemukan halaman yang menjumlahkan total biaya tiga tahun menjadi satu angka. Prinsip yang sama berlaku di bidang usaha Anda. Pengunjung yang menemukan angka di halaman Anda akan menghubungi Anda dalam keadaan lebih siap dan lebih sedikit menawar.
Langkah 7: Pasang SSL dan pastikan cepat di ponsel
Dua pekerjaan, keduanya gratis, keduanya sering dilewati pemula.
SSL adalah gembok kecil di sebelah alamat yang membuat situs Anda diakses lewat https. Tanpa itu, peramban menandai situs Anda tidak aman, dan tanda itu dilihat pengunjung sebelum mereka membaca satu kata pun. Di hampir semua panel hosting sekarang, memasangnya berarti mencari menu SSL, memilih Let's Encrypt, lalu menunggu beberapa menit.
Kecepatan diukur di PageSpeed Insights (tab baru), gratis, cukup tempelkan alamat halaman Anda. Angka yang paling penting namanya Largest Contentful Paint, yaitu waktu sampai elemen terbesar di layar selesai tampil. Dokumentasi resminya (tab baru) menetapkan ambang baik di 2,5 detik atau kurang, diukur pada persentil ke 75 dari seluruh pemuatan halaman, dipisah antara ponsel dan desktop.
Penyebab lambat nomor satu di situs usaha kecil hampir selalu sama, dan itu bukan hostingnya: foto berukuran 4 MB langsung dari kamera ponsel yang diunggah apa adanya. Kecilkan gambar sebelum diunggah, dan separuh masalah kecepatan Anda selesai tanpa menyentuh apa pun yang teknis.
Langkah 8: Daftarkan ke Google Search Console dan kirim sitemap
Banyak panduan cara bikin website berhenti di langkah sebelumnya, padahal halaman yang sudah tayang belum tentu diketahui Google. Langkah inilah yang memberitahunya, dan langkah ini gratis.
Pertama, buktikan situs itu milik Anda. Dokumentasi Search Console (tab baru) merinci beberapa jalur: unggah berkas HTML, tag HTML di bagian head, catatan DNS lewat penyedia domain, kode pelacakan Google Analytics, wadah Google Tag Manager, plus jalur bawaan untuk Google Sites dan Blogger. Ada dua jenis properti: properti domain yang mencakup semua protokol dan subdomain sekaligus, dan properti awalan URL. Catatan DNS diwajibkan untuk properti domain, dan kalau metode itu dipakai pada properti awalan URL, properti domainnya ikut terverifikasi otomatis. Untuk catatan yang dipasang manual, Google menulis penyedia domain bisa butuh dua sampai tiga hari sebelum mulai menyajikannya, jadi mulailah lebih awal.
Kedua, kirim sitemap. Google mendukung empat cara (tab baru): lewat laporan Sitemaps di Search Console, lewat API Search Console, lewat satu baris Sitemap: di berkas robots.txt, atau lewat WebSub untuk feed Atom dan RSS. Yang paling praktis bagi pemula adalah laporan Sitemaps, karena Anda bisa melihat kapan Googlebot mengaksesnya dan kesalahan apa yang muncul.
Ada dua ekspektasi yang perlu dijaga tetap waras di sini. Google menulis bahwa sitemap bukan keharusan, dan untuk situs kecil sebaiknya Anda lebih dulu memastikan orang tahu situs Anda ada. Google juga menulis bahwa sebagian perubahan berpengaruh dalam beberapa jam, sebagian lain bisa memakan beberapa bulan. Jadi jangan menilai hasilnya di hari ketiga, dan jangan percaya siapa pun yang menjanjikan peringkat dalam hitungan hari.
Langkah 9: Kunci kepemilikan akun dan catat tanggal perpanjangan
Langkah terakhir dalam cara bikin website ini menutup lingkaran yang dibuka langkah pertama. Setelah tayang, tuliskan satu daftar berisi semua akun yang menyangga situs Anda, beserta email dan siapa pemegang kata sandinya. Minimal ada enam: registrar domain, panel hosting atau cPanel, admin CMS, Google Search Console, Google Analytics, dan akun email usaha.
Kalau ada satu baris saja di daftar itu yang tidak memakai email Anda, itu celah. Perbaiki sekarang, bukan nanti saat Anda sudah bersengketa dengan seseorang.
Lalu satu hal kecil yang menyelamatkan banyak orang: pasang pengingat perpanjangan domain di kalender pada H-60, H-30, dan H-7, dan aktifkan perpanjangan otomatis. Domain yang telat diperpanjang bisa dibeli orang lain, dan itu bukan skenario hipotetis. Riset kami mencatat kasus domain sebuah perusahaan Indonesia yang terlambat diperpanjang lalu dibeli pihak lain, plus ulasan pelanggan yang mengeluh dipersulit saat hendak memperpanjang domain yang sudah dipakai lima tahun.
Sesudah semuanya terkunci, situs Anda masih perlu dirawat: pembaruan, cadangan, dan pemantauan agar tetap hidup. Itu pekerjaan rutin yang bisa Anda jadwalkan sendiri, atau Anda serahkan lewat layanan perawatan bulanan kalau tidak ingin mengingatnya setiap bulan.
Cara buat website sendiri atau menyewa jasa, kapan sebaiknya berhenti
Cara buat website sendiri yang dijelaskan di sembilan langkah tadi benar-benar bisa dijalankan sendirian. Pertanyaannya bukan mampu atau tidak, melainkan apakah itu pemakaian waktu Anda yang paling masuk akal.
Hitungannya sederhana. Perkirakan jam yang akan Anda habiskan. Untuk pemula, lima halaman WordPress dari nol biasanya menghabiskan beberapa akhir pekan penuh, karena sebagian besar waktunya habis untuk belajar dan mengulang, bukan untuk mengetik. Catat jam yang benar-benar Anda pakai, kalikan dengan nilai satu jam kerja Anda sendiri, lalu bandingkan dengan harga paket. Kalau hasilnya berimbang, kerjakan sendiri, karena Anda mendapat ilmunya sekalian.
Supaya hitungan itu tidak berhenti di kata "perkirakan", ini versi berangkanya. Kolom jam di bawah adalah perkiraan kami untuk pemula yang membangun situs lima halaman sendirian, termasuk waktu belajar dan mengulang, bukan waktu mengetik saja. Angkanya perkiraan, bukan hasil survei, jadi ganti dengan angka Anda sendiri kalau Anda sudah pernah mengerjakan sebagiannya.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Langkah | Perkiraan jam untuk pemula |
|---|---|
| 1. Daftarkan domain atas nama sendiri | 1 |
| 2. Siapkan hosting dan sambungkan domain | 2 |
| 3. Susun struktur halaman | 3 |
| 4. Bangun kelima halamannya, termasuk belajar dan mengulang | 25 |
| 5. Uji jalur gratis lebih dulu kalau masih ragu | 2 |
| 6. Tulis isi lima halaman | 12 |
| 7. Pasang SSL dan perbaiki kecepatan sampai lolos di ponsel | 4 |
| 8. Daftar Search Console dan kirim sitemap | 2 |
| 9. Kunci kepemilikan akun dan catat tanggal perpanjangan | 1 |
| Total | 52 jam |
Lima puluh dua jam itu sekitar tujuh hari kerja penuh, atau enam sampai delapan akhir pekan kalau dikerjakan di sela usaha. Sekarang kalikan dengan nilai satu jam kerja Anda sendiri. Nilai jam Anda bukan gaji karyawan, melainkan apa yang biasanya jam itu hasilkan di usaha Anda.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Nilai satu jam Anda | 52 jam senilai | Ditambah domain dan hosting tahun pertama |
|---|---|---|
| Rp25.000 | Rp1.300.000 | sekitar Rp1.500.000 |
| Rp50.000 | Rp2.600.000 | sekitar Rp2.800.000 |
| Rp100.000 | Rp5.200.000 | sekitar Rp5.400.000 |
Bandingkan angka di kolom terakhir dengan harga dikerjakan orang lain. Paket lima halaman kami Rp4.450.000 dan landing page satu halaman Rp2.500.000, keduanya terbuka di halaman harga. Bacaannya jujur dan tidak selalu berpihak ke kami: kalau nilai jam Anda Rp25.000 atau Rp50.000, mengerjakan sendiri memang lebih murah, dan ilmunya tetap Anda pegang. Ambang balik modalnya ada di sekitar Rp82.000 per jam untuk paket lima halaman, yaitu selisih Rp4.250.000 dibagi 52 jam. Di atas angka itu, waktu yang Anda tukar lebih mahal daripada selisih harganya, dan itu pun belum menghitung bahwa situs Anda baru tayang enam pekan lagi.
Ada tiga keadaan yang menurut kami sudah waktunya berhenti mengerjakan sendiri:
- Halamannya akan menerima uang iklan. Halaman lambat yang dibayar per klik membakar anggaran dua kali: sekali di biaya kliknya, sekali lagi di pengunjung yang kabur sebelum halaman selesai muncul.
- Ada tanggal yang tidak bisa digeser. Pameran, peluncuran produk, atau tender. Mengerjakan sendiri berarti tanggalnya bergantung pada waktu luang Anda, dan waktu luang adalah hal pertama yang hilang saat usaha sedang sibuk.
- Anda sudah mencoba dan mandek tiga pekan. Itu bukan kegagalan, itu data. Biaya kesempatan dari situs yang tidak pernah tayang jauh lebih besar daripada selisih harganya.
Kalau sampai di titik itu, ada empat hal yang wajib Anda minta tertulis sebelum membayar apa pun kepada siapa pun, termasuk kepada kami: domain, hosting, dan semua akun atas nama Anda sejak hari pertama; harga tertulis yang sudah termasuk biaya perpanjangan; jumlah ronde revisi ditulis sebagai angka beserta definisi apa yang dihitung satu ronde; dan tanggal serah terima yang mengikat, lengkap dengan konsekuensinya bila meleset. Keempatnya bisa Anda bandingkan dengan penawaran mana pun lewat daftar harga dan total tiga tahun yang kami buka terang-terangan.
Kesimpulan
Cara bikin website dari nol itu sembilan langkah, enam di antaranya gratis, dan hanya satu yang benar-benar wajib dibayar setiap tahun. Urutannya yang penting: kepemilikan domain lebih dulu, alat belakangan, desain paling belakang. Banyak orang membalik urutan itu dan baru menyadari masalahnya dua tahun kemudian, saat ingin pindah lalu menemukan namanya tidak tercatat di mana pun.
Mulai hari ini juga dengan langkah paling kecil: buka penyedia domain, cek nama usaha Anda, dan daftarkan atas nama Anda sendiri. Sisanya bisa menyusul kapan pun Anda siap.
Kalau setelah membaca ini Anda memutuskan bagian membangunnya diserahkan saja, ceritakan usaha Anda lewat WhatsApp kami (membuka WhatsApp di tab baru). Kami balas dengan paket, angka, dan tanggal serah terima, bukan dengan kata "tergantung".
Sumber
- Google Search Central, SEO Starter Guide (tab baru), untuk saran judul halaman, struktur URL, status sitemap bagi situs kecil, dan rentang waktu perubahan terlihat di Google.
- Google Search Central, Build and Submit a Sitemap (tab baru), untuk empat metode pengiriman sitemap.
- Bantuan Google Search Console, verifikasi kepemilikan situs (tab baru), untuk daftar metode verifikasi, perbedaan properti domain dengan properti awalan URL, dan catatan bahwa rekaman DNS yang dipasang manual bisa butuh dua sampai tiga hari.
- web.dev, Largest Contentful Paint (tab baru), untuk ambang 2,5 detik pada persentil ke 75.
- ICANN, Transfer Policy (tab baru), untuk kunci 60 hari dan kewajiban menyerahkan kode AuthInfo dalam lima hari kalender.
- Let's Encrypt, About (tab baru), untuk sertifikat gratis dan status nirlaba Internet Security Research Group.
- Rumahweb, daftar harga domain (tab baru), untuk harga .com, .id, dan .co.id per 21 September 2026, serta syarat dua berkas (KTP dan NIB) untuk pendaftaran .co.id.
- PANDI (tab baru), untuk pengelolaan domain .id lewat registrar terakreditasi.
- WordPress.com, halaman harga (tab baru), untuk batasan paket gratis (1 GB, subdomain, iklan, tanpa domain sendiri).
- Bantuan Google Sites (tab baru), untuk cara membuat situs dan mengubah alamatnya.
- APJII (tab baru), untuk 221.563.479 pengguna internet dan penetrasi 79,5 persen pada survei 2024.
- Bloomberg Technoz (tab baru), untuk angka 229 juta pengguna dan penetrasi 80,66 persen pada rilis APJII 2025.
- Riset pembeli internal run-1 (45 kutipan terverifikasi dari forum dan ulasan publik) serta pembacaan 18 halaman harga vendor website, keduanya dikumpulkan September 2026. Sampelnya kualitatif, bukan survei, jadi dikutip sebagai keluhan yang sering muncul dan sebagai hitungan atas 18 halaman yang benar-benar dibuka.



