Lewati ke konten

Teknis

WordPress Website atau custom: mana yang cocok untuk usaha Anda

Panduan memilih WordPress website atau custom: empat pertanyaan penentu, tabel keputusan, dan hitungan biaya pemeliharaan lima tahun untuk kedua jalur.

21 September 2026 Tim Jasa Pembuatan Website Indonesia 16 menit baca
Ilustrasi vektor datar: dua jendela browser, satu dirakit dari blok modular dan kepingan puzzle, satu berupa lembar utuh dengan roda gigi dan bagan alur, dipisah papan penunjuk arah

Jawaban singkat untuk pilihan WordPress website atau custom: pilih WordPress kalau isi situs Anda sering berubah dan Anda ingin mengeditnya sendiri, pilih custom kalau ada alur kerja yang tidak tersedia di plugin mana pun. Selebihnya adalah soal siapa yang akan merawat dan berapa anggaran pemeliharaan per tahun yang benar-benar Anda siapkan.

Ini bukan perang teknologi. Kami membangun keduanya, dan yang menentukan bukan mana yang lebih canggih, melainkan mana yang cocok dengan cara usaha Anda berjalan lima tahun ke depan. Artikel ini memberi Anda empat pertanyaan penentu, satu tabel keputusan, hitungan biaya pemeliharaan lima tahun untuk kedua jalur, dan bagian jujur soal risiko plugin yang jarang muncul di halaman penawaran.

Empat pertanyaan yang menentukan jawabannya

Kebanyakan diskusi tentang WordPress website atau custom berhenti di perbandingan fitur. Itu jalan buntu, karena dua-duanya bisa menampilkan halaman, formulir, dan galeri. Yang membedakan hasil akhirnya justru empat hal di luar daftar fitur:

  1. Seberapa sering isi website berubah. Sekali setahun, sekali sebulan, atau tiga kali seminggu.
  2. Siapa yang akan mengedit setelah serah terima. Anda sendiri, staf administrasi, atau tidak ada siapa pun.
  3. Apakah ada alur kerja khusus yang tidak ada di plugin mana pun. Aturan main yang hanya berlaku di usaha Anda.
  4. Berapa anggaran pemeliharaan per tahun. Angka yang benar-benar Anda siapkan, bukan angka yang Anda harapkan nol.

Empat pertanyaan itu dibahas satu per satu di bawah. Kalau Anda hanya punya waktu lima menit, lompat ke tabel keputusan dan hitungan lima tahun, lalu kembali ke bagian yang jawabannya membuat Anda ragu.

Apa itu WordPress dan apa yang sebenarnya Anda bayar

Pertanyaan apa itu WordPress biasanya dijawab dengan "perangkat lunak untuk membuat website". Jawaban itu benar, tapi tidak berguna saat Anda sedang memilih vendor. Yang lebih berguna: WordPress adalah aplikasi yang dipasang di server Anda sendiri, dibangun di atas PHP dan MariaDB, serta dilisensikan GPLv2. Halaman resminya di wordpress.org (tab baru) menyebut dirinya "the platform of choice for over 43% of all sites across the web".

Pengukuran pihak ketiga memberi angka yang mirip. Per 20 September 2026, W3Techs (tab baru) mencatat WordPress dipakai oleh 40,2 persen dari seluruh website yang mereka survei, dan 58,8 persen dari website yang sistem manajemen kontennya dikenali. Jadi kalau Anda merasa "semua orang memakai WordPress", perasaan itu tidak keliru.

Yang penting dipahami: perangkat lunaknya gratis, tapi websitenya tidak. Saat Anda membeli sebuah website WordPress, yang sebenarnya Anda bayar adalah lima hal berbeda, dan hanya satu di antaranya yang selesai di awal.

  • Hosting dan domain. Tempat WordPress dipasang. WordPress sendiri menganjurkan (tab baru) PHP 8.3 atau lebih baru, MariaDB 10.11 atau MySQL 8.0 ke atas, dan dukungan HTTPS.
  • Tema. Tampilan. Bisa gratis, bisa berbayar, bisa dibuat khusus.
  • Plugin. Tambahan fungsi. Formulir, SEO, keamanan, cache, toko.
  • Jam kerja penyusunan. Ini bagian terbesar dari tagihan vendor mana pun.
  • Perawatan setelah tayang. Bagian yang paling sering tidak dihitung, dan yang akan kita hitung terbuka di bawah.

Dari 18 halaman harga vendor Indonesia yang kami buka pada September 2026, kami tidak menemukan satu pun yang menjumlahkan total biaya multi-tahun menjadi satu angka. Sebagian memasang harga pembuatan, sebagian lagi hanya menulis "hubungi kami" atau memuat angkanya lewat JavaScript sehingga tidak terbaca di halaman, dan 6 dari 18 mencantumkan harga perpanjangan tahunan di baris terpisah tanpa pernah menjumlahkannya. Itu bukan tuduhan kecurangan, tapi memang membuat perbandingan menjadi pekerjaan pembeli.

WordPress adalah mesin konten, website custom adalah alur kerja

Cara tercepat menyelesaikan perdebatan ini adalah berhenti membandingkan keduanya sebagai "jenis website". WordPress adalah mesin untuk menyusun, menyimpan, dan menerbitkan konten. Ia sangat baik pada pekerjaan yang bentuknya berulang: halaman, artikel, produk, kategori, formulir. Semua itu sudah ada polanya, tinggal diisi.

Website custom bukan lawan dari itu. Website custom adalah kode yang ditulis mengikuti aturan main usaha Anda, bukan mengikuti pola umum. Kalau aturan main Anda sudah tersedia sebagai pola umum, menulisnya dari nol adalah pemborosan. Kalau aturan main Anda tidak ada polanya, memaksakan pola umum akan menghasilkan rangkaian plugin yang saling menambal.

Ilustrasi jalan yang bercabang dua dengan papan penunjuk arah di persimpangan, satu cabang menuju jendela browser berisi kartu konten berulang, kalender, dan tumpukan artikel, cabang lain menuju jendela browser berisi roda gigi dan bagan alur yang saling terhubung
Pertanyaannya bukan mana yang lebih canggih, melainkan apakah pekerjaan Anda berbentuk konten yang berulang atau alur kerja yang khas.

Dari yang kami temui pada permintaan yang masuk, kesalahan paling mahal justru bukan memilih WordPress untuk pekerjaan custom. Kesalahan paling mahal adalah kebalikannya: memesan aplikasi web custom untuk sesuatu yang sebenarnya hanya butuh lima halaman profil dan satu formulir. Anggaran habis di tempat yang salah, dan usaha itu tetap tidak punya halaman yang muncul di pencarian.

Pertanyaan 1: seberapa sering isi website Anda berubah

Hitung jujur berapa kali dalam setahun terakhir Anda ingin mengubah sesuatu di materi promosi: harga berubah, jam buka berubah, ada produk baru, ada cabang baru, ada artikel yang ingin ditulis. Kalau angkanya di bawah tiga kali setahun, kebutuhan Anda pada sistem pengelolaan konten sebenarnya tipis.

Kalau angkanya di atas sekali sebulan, WordPress website hampir selalu jawabannya. Bukan karena tidak ada alternatif, tapi karena polanya sudah jadi: editor, pustaka media, jadwal terbit, kategori, semuanya tersedia tanpa perlu dibangun. Membangun ulang kemampuan itu di website custom berarti membayar untuk sesuatu yang sudah ada dan gratis.

Yang jarang disebut: frekuensi perubahan juga menentukan biaya di jalur custom. Website custom tanpa panel editor akan membuat setiap perubahan teks menjadi permintaan ke pengembang. Kalau Anda mengubah isi sebulan sekali, itu dua belas permintaan per tahun, dan setiap permintaan punya waktu tunggu. Kalau itu situasi Anda, minta panel editor ikut dibangun sejak awal, atau pilih WordPress sekalian.

Pertanyaan 2: siapa yang akan mengedit setelah serah terima

Ini pertanyaan yang paling sering dijawab terlalu optimis. Banyak pemilik usaha menjawab "saya sendiri", lalu enam bulan kemudian tidak ada satu pun perubahan yang benar-benar dibuat sendiri.

Kekhawatiran ini muncul berulang di keluhan pembeli yang kami kumpulkan. Salah satu komentator pada diskusi publik tentang memilih vendor website menulis pertanyaan yang sangat spesifik: apakah situsnya memakai CMS, dan apakah sudah dibuatkan cara agar orang awam bisa mengeditnya dengan mudah, lengkap dengan video tutorial. Komentator lain di percakapan yang sama menyebut alasannya terang-terangan, yaitu supaya bisa memperbarui konten sendiri tanpa terbentur batas revisi.

Biaya sebenarnya dari tidak bisa mengedit sendiri bukan tagihan, melainkan setiap perubahan kecil berubah menjadi proyek kecil.

Maka pertanyaannya bukan "apakah pakai CMS", melainkan "siapa orangnya, dan apakah dia sudah dilatih". Di paket website company profile kami, satu sesi pelatihan edit 45 menit dan video panduan sudah termasuk di harga, bukan tambahan. Kalau sebuah vendor tidak bisa menyebut siapa yang akan dilatih dan berapa lama, janji "bisa diedit sendiri" belum benar-benar terbukti.

Kalau jawaban jujurnya "tidak ada yang akan mengedit", itu justru argumen kuat untuk halaman statis, dan kita bahas di bagian menjelang akhir.

Pertanyaan 3: adakah alur kerja yang tidak ada di plugin mana pun

Inilah pemisah sebenarnya. Contoh alur kerja yang biasanya tidak tersedia sebagai plugin siap pakai:

  • Booking dengan aturan jam yang khas, misalnya slot berbeda per teknisi, jeda pembersihan antar sesi, dan kuota harian per layanan.
  • Perhitungan harga bertingkat yang bergantung pada volume, jarak, atau kombinasi pilihan pelanggan.
  • Persetujuan berjenjang, misalnya pesanan harus disetujui supervisor sebelum masuk ke produksi.
  • Sambungan dua arah ke sistem yang sudah berjalan: stok di gudang, kasir, atau lembar kerja operasional yang dipakai setiap hari.
  • Peran dan izin akses berlapis, misalnya mitra hanya boleh melihat datanya sendiri.

Ujinya sederhana. Tuliskan alur kerja itu dalam sepuluh kalimat, lalu cari plugin yang melakukannya. Kalau Anda menemukan satu plugin yang cocok, pakai WordPress. Kalau yang Anda temukan adalah empat plugin yang masing-masing mengerjakan seperempatnya, lalu harus disambung dengan penghubung otomatis, Anda sedang membangun aplikasi custom dengan biaya perawatan aplikasi custom, tapi tanpa kendali atas kodenya.

Kalau jawabannya condong ke custom, jangan langsung memesan pembangunan. Mulai dari dokumen. Sprint Spesifikasi untuk aplikasi web custom kami berlangsung 5 hari kerja seharga Rp1.900.000 dan menghasilkan alur pengguna, daftar fitur berprioritas, wireframe utama, estimasi harga tetap, serta tenggat. Biayanya dipotong penuh dari harga proyek bila Anda lanjut. Proyeknya sendiri mulai Rp9.500.000, dengan rentang tipikal Rp12.500.000 sampai Rp30.000.000 tergantung hasil sprint.

Pertanyaan 4: berapa anggaran pemeliharaan per tahun

Pertanyaan ini terdengar membosankan dan justru paling menentukan. Website WordPress yang tidak diperbarui tidak langsung rusak. Ia menua diam-diam, lalu satu hari plugin yang usang dimanfaatkan orang lain, atau pembaruan PHP di sisi hosting membuat satu halaman berubah putih.

Sebelum memilih jalur, tetapkan angka yang benar-benar Anda siapkan setiap tahun untuk perawatan. Tiga jawaban yang masuk akal:

  • Mendekati nol, dan tidak ada orang yang mengurus. Hindari situs yang butuh pembaruan rutin. Pilih halaman statis, atau WordPress dengan kontrak perawatan yang benar-benar dibayar.
  • Ada anggaran kecil, dan ada orang yang bisa dilatih. WordPress cocok, dengan catatan pembaruan dijadwalkan, bukan diingat-ingat.
  • Ada anggaran tetap bulanan. Kedua jalur terbuka, dan pilihan kembali ke pertanyaan 1 sampai 3.

Satu catatan dari pasar yang perlu Anda tahu sebelum membandingkan penawaran: sebagian vendor mengikat paket pengelolaannya hanya untuk website berbasis WordPress. Dari 18 halaman harga vendor yang kami periksa, setidaknya satu menuliskan syarat itu secara eksplisit. Artinya pilihan platform Anda hari ini ikut menentukan siapa saja yang bisa merawatnya nanti.

Tabel keputusan: pilih jalur dalam lima menit

Cari baris yang paling mirip dengan keadaan Anda. Kalau dua baris cocok sekaligus, ambil yang anggarannya lebih kecil lebih dulu. Anda selalu bisa naik kelas nanti dengan situs yang sudah tayang, tapi sulit turun kelas setelah anggarannya habis.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Keadaan usaha AndaJalur yang masuk akalAlasan singkat
Isi berubah lebih dari sekali sebulan dan Anda ingin mengeditnya sendiriWordPressEditor, media, dan jadwal terbit sudah tersedia tanpa perlu dibangun
5 sampai 10 halaman profil, isi hampir tidak berubahWordPress tema ringan, atau halaman statisKebutuhan pada CMS tipis, yang menentukan justru kecepatan dan struktur
Satu halaman untuk iklan, teks berubah hanya saat kampanye bergantiHalaman statis tanpa CMSTidak ada plugin yang perlu diperbarui, halaman lebih mudah dijaga tetap cepat
Blog rutin, banyak kategori, banyak penulisWordPressAlur redaksi sudah menjadi pola bawaan
Katalog produk dengan pesanan lewat WhatsAppWordPressPola katalog dan filter tersedia, tidak butuh aturan baru
Booking dengan aturan jam khas, harga bertingkat, atau persetujuan berjenjangCustomAturan mainnya tidak ada padanannya di plugin
Perlu sambungan dua arah ke sistem internal yang sudah berjalanCustomIntegrasi bertahan lebih lama bila ditulis, bukan ditambal
Data pelanggan sensitif dan peran akses berlapisCustomIzin akses lebih aman dirancang daripada dipasangkan lewat plugin
Anggaran perawatan mendekati nol dan tidak ada yang mengurusHalaman statisYang tidak perlu diperbarui tidak bisa menua diam-diam

Hitungan biaya pemeliharaan lima tahun untuk kedua jalur

Ini bagian yang paling jarang ditulis vendor, jadi kami tulis terbuka untuk kedua jalur, WordPress website dan custom, dengan angka kami sendiri. Semua angka di bawah berasal dari daftar harga kami dan berlaku apa adanya, tanpa harga coret dan tanpa biaya susulan.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Pos biayaJalur WordPress (Profil Usaha 5)Jalur custom (setelah sprint)
Tahun 1, pembuatanRp4.450.000Sprint Rp1.900.000 yang dipotong penuh bila lanjut, lalu proyek mulai Rp9.500.000
Tahun 2 sampai 5: domain, hosting, SSL, backup mingguan (Tetap Tayang)Rp750.000 per tahun, total Rp3.000.000Ditulis di SPK per proyek, karena kebutuhan servernya berbeda tiap aplikasi
Perawatan bulanan bila diserahkan ke kami (Jaga)Rp350.000 per bulan, Rp21.000.000 untuk 60 bulanRp350.000 per bulan, angka yang sama
Perawatan dengan cek PageSpeed dan kompensasi SLA (Jaga Plus)Rp950.000 per bulan, Rp57.000.000 untuk 60 bulanRp950.000 per bulan, angka yang sama
Perubahan konten kecil di luar kuotaRp75.000 per perubahanRp75.000 per perubahan

Baca tabel itu sekali lagi, lalu perhatikan urutan besarannya. Website profil 5 halaman yang dirawat sendiri menghabiskan Rp4.450.000 di tahun pertama dan Rp3.000.000 untuk empat tahun berikutnya, jadi Rp7.450.000 selama lima tahun dari sisi kami. Website yang sama dengan perawatan bulanan penuh menjadi Rp28.450.000 selama lima tahun, karena Rp21.000.000 dari angka itu adalah perawatan. Perawatannya hampir lima kali harga pembuatannya.

Jadi pertanyaan sebenarnya bukan "WordPress lebih murah atau custom lebih murah". Pertanyaannya adalah siapa yang membayar jam perawatan, Anda dengan uang atau Anda dengan waktu. Kami tidak berpura-pura bahwa pilihan "rawat sendiri" itu gratis. Ia menukar rupiah dengan jam kerja yang tetap harus keluar dari seseorang.

Perlu ditegaskan juga bahwa Jaga bersifat opsional dan tanpa kontrak minimal, jadi angka 60 bulan di atas adalah versi paling lengkapnya, bukan keharusan. Sebagian orang memakainya di tahun pertama saat masih belajar, lalu berhenti dan mengurus sendiri. Rincian isi dan SLA tiap paket ada di halaman jasa maintenance website.

Cara membuat website dengan WordPress, dan di mana biayanya bersembunyi

Kalau setelah empat pertanyaan tadi Anda condong ke WordPress, ini gambaran ringkas cara membuat website dengan WordPress beserta pos biaya di tiap langkah. Urutannya sengaja ditulis dari sisi pemilik usaha, bukan dari sisi teknis.

  1. Siapkan domain dan hosting atas nama Anda. Ini langkah yang paling sering salah. Daftarkan domain di akun registrar milik Anda sendiri, bukan akun vendor. Kalau vendor menolak, berhenti di situ.
  2. Pasang WordPress dan pastikan versi PHP memenuhi anjuran resmi. Anjuran saat ini PHP 8.3 atau lebih baru, MariaDB 10.11 atau MySQL 8.0 ke atas, dan HTTPS aktif.
  3. Pilih tema. Biaya tersembunyi pertama ada di sini. Tema berbayar yang terlalu kaya fitur sering memuat banyak berkas yang tidak Anda pakai, dan itu langsung terasa di skor kecepatan.
  4. Pasang plugin sesedikit mungkin. Biaya tersembunyi kedua. Setiap plugin adalah perangkat lunak tambahan yang harus ikut diperbarui selamanya.
  5. Susun halaman dan tulis isinya. Bagian terbesar dari jam kerja, sekaligus bagian yang paling menentukan apakah halaman Anda muncul di pencarian.
  6. Uji kecepatan sebelum tayang. Patokan yang kami pakai adalah Largest Contentful Paint 2,5 detik atau kurang, mengikuti ambang yang dipublikasikan tim web.dev Google (tab baru), diukur pada persentil ke-75 kunjungan.
  7. Serahkan akses lengkap dan rekam panduannya. Registrar, hosting, admin WordPress, Search Console, Analytics, email bisnis. Semuanya atas nama Anda.
  8. Jadwalkan pembaruan. Bukan "nanti kalau sempat". Tanggal tetap setiap bulan, dengan backup sebelum memperbarui.

Soal kekhawatiran SEO, ini perlu diluruskan karena sering dipakai sebagai alasan jual. Panduan SEO resmi Google (tab baru) justru menyebut bahwa kalau Anda memakai CMS, kemungkinan besar Anda tidak perlu melakukan apa pun secara teknis pada judul halaman, karena kebanyakan CMS sudah mengubah judul yang Anda tulis menjadi elemen title di HTML. Google tidak mensyaratkan platform tertentu. Yang menentukan adalah isi, struktur, dan kecepatan.

Bagian jujur: risiko plugin yang jarang disebut saat penawaran

Kami menjual pembuatan website berbasis WordPress, jadi bagian ini merugikan kami untuk ditulis. Tetap kami tulis, karena angkanya penting untuk keputusan Anda.

Laporan keamanan tahunan Patchstack, State of WordPress Security in 2026 (tab baru), mencatat 11.334 kerentanan baru di ekosistem WordPress sepanjang 2025, naik 42 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, 91 persen ditemukan di plugin dan 9 persen di tema. Inti WordPress sendiri hanya mencatat 6 kerentanan, dan laporan itu menyebutnya isu berprioritas rendah. Laporan yang sama menyebut 46 persen kerentanan belum diperbaiki saat diumumkan ke publik.

Cara membaca angka itu penting. Ini bukan bukti bahwa WordPress tidak aman. Justru sebaliknya, intinya terbukti rapi. Yang rapuh adalah lapisan tambahan yang kita pasang sendiri. Dokumentasi resmi WordPress bahkan mengatakannya terang-terangan, bahwa plugin di direktori resmi "are of varying quality and are often works in progress", dan menganjurkan selalu memastikan ada backup terkini sebelum memperbarui plugin (tab baru).

Konsekuensi praktisnya ada tiga, dan ketiganya bisa Anda tanyakan ke vendor mana pun sebelum menandatangani:

  • Semakin sedikit plugin, semakin kecil permukaan yang harus dijaga. Minta daftar plugin yang akan dipasang, lengkap dengan alasannya satu per satu.
  • Pembaruan harus terjadwal dan didahului backup, bukan dikerjakan saat sudah ada masalah.
  • Backup perlu diuji pulih, bukan sekadar ada. Backup yang tidak pernah dicoba dipulihkan adalah backup yang statusnya belum diketahui.

Jalur custom tentu tidak kebal. Ia hanya memindahkan risiko ke tempat lain: pustaka yang usang, dan pengetahuan yang terkunci di satu pengembang. Karena itu di jalur custom kami menuliskan scope, termin, dan serah terima kode di SPK sejak awal, supaya risikonya berpindah ke dokumen, bukan ke ingatan orang.

Kenapa halaman statis kadang lebih tepat untuk landing page

Ada jalur ketiga yang jarang ditawarkan karena terdengar kurang menjual: halaman statis tanpa CMS sama sekali. Untuk landing page iklan, ini sering justru yang paling tepat.

Alasannya berangkat dari sifat pekerjaannya. Landing page iklan hanya berubah saat kampanye berganti, biasanya beberapa kali setahun. Ia dituntut cepat, karena tiap detik tambahan adalah biaya iklan yang terbuang. Dan ia tidak butuh editor, kategori, komentar, atau jadwal terbit.

Karena itu paket Landing Page Siap Iklan seharga Rp2.500.000 memang dibangun statis tanpa CMS, dan itu kami tulis terbuka di daftar harga berikut konsekuensinya: perubahan isi dilakukan lewat kuota Tetap Tayang atau Jaga, bukan diedit sendiri dari panel admin. Kalau Anda butuh mengedit sendiri setiap minggu, paket ini bukan untuk Anda, dan kami akan mengatakannya di awal.

Hitungannya juga berbeda. Landing page statis: Rp2.500.000 di tahun pertama, lalu Rp750.000 per tahun untuk Tetap Tayang, jadi Rp5.500.000 selama lima tahun, tanpa satu pun plugin yang perlu diperbarui. Situs yang sedang Anda baca ini dibangun dengan cara yang sama. Contoh hasil dan standar teknis yang kami pakai ada di halaman contoh website.

Pengakuan yang perlu disampaikan: jalur statis membuat kami lebih sering dihubungi untuk perubahan kecil. Itu merepotkan bagi kami dan bagi Anda. Jadi kalau frekuensi perubahan Anda di atas sekali sebulan, kami akan menyarankan WordPress walaupun marginnya lebih tipis buat kami.

Kesimpulan: pilih berdasarkan cara usaha Anda berjalan

Pilihan antara WordPress website dan website custom tidak pernah selesai dengan membandingkan daftar fitur. Ia selesai dengan menjawab empat pertanyaan tadi dengan jujur: seberapa sering isi berubah, siapa yang akan mengedit, apakah ada alur kerja yang tidak ada padanannya di plugin, dan berapa anggaran perawatan per tahun yang benar-benar Anda siapkan.

Untuk sebagian besar usaha kecil dan menengah, jawabannya adalah WordPress untuk situs profil dan katalog produk, halaman statis untuk landing page iklan, dan custom hanya ketika ada aturan main yang memang tidak tersedia di mana pun. Kalau Anda masih ragu, jangan memulai dari memilih platform. Mulailah dari menuliskan alur kerja Anda dalam sepuluh kalimat, karena dokumen itu yang akan menjawab pertanyaannya sendiri.

Mau dibantu menjawabnya bersama, tanpa biaya? Ceritakan usaha Anda lewat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru), sebutkan seberapa sering isinya berubah dan siapa yang akan mengedit. Kami balas dengan rekomendasi jalur, angka, dan tanggal serah terima. Kalau jawabannya ternyata "Anda belum butuh website baru", itu juga akan kami sampaikan.

Sumber

Ditulis dan diperiksa oleh tim studio

Studio pembuatan website di Yogyakarta. Cara kami menulis: setiap klaim faktual disertai sumber yang bisa Anda buka sendiri, harga yang dikutip dicatat bersama tanggal pengecekannya, dan artikel diperiksa ulang bila sumbernya berubah.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk

Apakah WordPress website lebih murah daripada website custom?

Pada tahun pertama hampir selalu ya. Website profil 5 halaman di tempat kami Rp4.450.000, sedangkan jalur custom dimulai dari Sprint Spesifikasi Rp1.900.000 lalu proyek mulai Rp9.500.000. Yang sering terlewat adalah horizon lima tahun. Biaya perawatan rutin bisa melampaui biaya pembuatannya sendiri kalau perawatannya diserahkan ke pihak lain, jadi bandingkan total lima tahun, bukan angka tahun pertama.

Apakah website WordPress aman dipakai untuk usaha?

Aman selama dirawat. Laporan keamanan Patchstack 2026 mencatat 11.334 kerentanan baru di ekosistem WordPress sepanjang 2025, dan 91 persen di antaranya ada di plugin, bukan di inti WordPress. Inti WordPress sendiri hanya mencatat 6 kerentanan dan semuanya berprioritas rendah. Artinya keamanan lebih ditentukan oleh disiplin memperbarui plugin daripada oleh pilihan platformnya.

Apakah WordPress buruk untuk SEO dibanding website custom?

Tidak. Panduan SEO resmi Google tidak mensyaratkan platform tertentu dan justru menyebut bahwa kebanyakan CMS sudah menangani hal teknis seperti tag judul secara otomatis. Yang menentukan peringkat adalah isi, struktur, dan kecepatan halaman, bukan nama perangkat lunaknya.

Berapa biaya pemeliharaan website WordPress per bulan?

Di tempat kami, paket Jaga Rp350.000 per bulan mencakup update core, plugin, dan tema terjadwal, backup harian dengan uji pulih bulanan, pemantauan uptime, serta 1 perubahan konten kecil per bulan. Paket Jaga Plus Rp950.000 per bulan menambah cek PageSpeed bulanan, 6 perubahan konten, dan kompensasi bila SLA kami meleset. Perpanjangan domain, hosting, dan SSL dihitung terpisah lewat Tetap Tayang mulai Rp750.000 per tahun.

Kapan sebaiknya saya memilih website custom?

Saat ada alur kerja yang tidak tersedia di plugin mana pun, misalnya aturan jam booking yang khas, perhitungan harga bertingkat, persetujuan berjenjang, atau sambungan ke sistem internal yang sudah berjalan. Jalur itu dimulai dari Sprint Spesifikasi Rp1.900.000 selama 5 hari kerja yang menghasilkan daftar fitur, wireframe, harga tetap, dan tenggat. Biayanya dipotong penuh dari harga proyek bila Anda lanjut.

Apakah landing page untuk iklan perlu WordPress?

Sering kali tidak. Landing page yang isinya hanya berubah saat kampanye berganti tidak membutuhkan CMS, dan halaman statis lebih mudah dijaga cepat karena tidak ada plugin yang perlu diperbarui. Paket Landing Page Siap Iklan kami Rp2.500.000 memang dibangun statis, dan perubahan isi dilakukan lewat kuota Tetap Tayang atau Jaga.

Langkah berikutnya

Mau dibantu langsung?

Ceritakan usaha Anda lewat WhatsApp. Kami balas dengan paket, angka, dan tanggal serah terima, bukan dengan kata "tergantung".

  • Domain dan akun atas nama Anda
  • Harga final sampai tahun ketiga
  • Tanggal tayang mengikat
  • Lembar Cakupan dikirim sebelum Anda bayar
Chat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru) Lihat harga