Lewati ke konten

UI dan UX

Contoh footer website: isi wajib, susunan per jenis usaha, dan kesalahan umum

Contoh footer website nyata dari company profile, toko online, UMKM, sekolah, dan website personal, plus isi wajib, teks yang bisa ditiru, dan cek di ponsel.

9 Oktober 2026 Tim Jasa Pembuatan Website Indonesia 10 menit baca
Tangkapan layar bagian bawah situs eigeradventure.com: baris keunggulan Flash Sale setiap hari, Extra Voucher dan Gratis Ongkir, dan Customer Service 24 Jam, lalu footer gelap berisi logo Eiger, tombol Subscribe, tautan App Store dan Google Play, kolom Bantuan, Eiger, Pengguna, dan Hubungi Kami
Footer toko online Eiger. Tangkapan layar: eigeradventure.com, diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan. Hak cipta tampilan milik pemilik situs.

Footer website adalah bagian paling bawah setiap halaman yang berisi informasi yang dicari orang ketika mereka sudah selesai membaca: alamat dan kontak, tautan ke halaman penting, jam buka, kebijakan privasi, dan media sosial. Footer jarang dipikirkan saat merancang website, padahal di situlah banyak calon pelanggan mencari cara menghubungi Anda.

Panduan ini berisi contoh footer website untuk lima jenis usaha, daftar isi yang wajib dan yang opsional, kesalahan yang sering terjadi, serta cara memeriksa footer di ponsel. Setiap contoh memakai tangkapan layar footer dari situs nyata yang kami ambil pada 9 Oktober 2026, lengkap dengan tautan ke situsnya, catatan apa yang layak ditiru, dan apa yang masih bisa ditambah. Tampilan situs bisa berubah sewaktu-waktu, jadi buka tautannya untuk melihat versi terbaru.

Dalam HTML, footer ditandai dengan elemen <footer>. Menurut MDN Web Docs, footer biasanya berisi informasi tentang penulis atau pemilik, data hak cipta, atau tautan ke dokumen terkait. Dalam praktik, footer situs usaha menjadi tempat informasi yang sama di setiap halaman.

Nielsen Norman Group, lembaga riset kegunaan website, mencatat dua situasi utama orang memakai footer. Pertama, pengunjung yang belum menemukan yang dicari menggulir ke bawah dan memakai footer sebagai kesempatan kedua atau jalan terakhir menemukan konten yang sulit dicari. Kedua, pengunjung sengaja menggulir ke footer karena berharap menemukan informasi tertentu di sana, seperti kontak, detail perusahaan, atau media sosial.

NN/g juga menyebut footer punya sifat yang menguntungkan: footer tidak menghalangi pengunjung yang sudah menemukan kebutuhannya di bagian atas halaman. Selama tidak terlalu berat sampai memperlambat halaman, footer yang baik hanya menambah manfaat.

NN/g menyarankan setiap situs setidaknya menaruh tautan utilitas di footer: informasi kontak seperti alamat dan nomor telepon, informasi layanan pelanggan, kebijakan privasi, dan syarat penggunaan. Menurut NN/g, footer adalah tempat orang mencari hal hal ini, walaupun tautannya juga ada di bagian atas halaman. Tabel berikut merangkum isi footer untuk situs usaha.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Isi footerStatusKenapa
Nama usaha dan satu kalimat tentang apa yang Anda kerjakanWajibPengunjung yang masuk dari artikel langsung tahu siapa Anda
Kontak: WhatsApp, telepon, emailWajibIni yang paling sering dicari di footer
Alamat dan jam bukaWajib bila punya tempat usahaSama persis dengan Google Profil Bisnis supaya tidak membingungkan
Tautan halaman utama: layanan, harga, tentang, kontakWajibNavigasi cepat tanpa menggulir kembali ke atas
Kebijakan privasi dan syarat layananWajib bila mengumpulkan data pengunjungTempat yang diharapkan pengunjung untuk dokumen ini
Hak cipta dan tahunDisarankanTanda situs masih dirawat bila tahunnya terbaru
Media sosialOpsionalHanya akun yang aktif diperbarui
Formulir newsletterOpsionalBila Anda memang rutin mengirim email
Metode pembayaran dan pengirimanOpsional, penting untuk toko onlineMenjawab pertanyaan sebelum membeli
Sertifikat, izin, atau keanggotaan asosiasiOpsionalHanya yang benar benar dimiliki dan bisa dibuktikan

Informasi bantuan seperti kontak sebaiknya berada di posisi yang sama di setiap halaman. Pedoman aksesibilitas WCAG 2.2 punya kriteria khusus untuk ini, Consistent Help: bila mekanisme bantuan seperti detail kontak muncul di banyak halaman, urutan relatifnya harus sama. Footer yang sama di semua halaman memenuhi prinsip ini dengan sendirinya.

Diagram anatomi footer website empat kolom: kolom identitas usaha, kolom tautan layanan, kolom tautan perusahaan, kolom kontak dan jam buka, lalu baris bawah berisi hak cipta, kebijakan privasi, dan media sosial
Anatomi footer empat kolom yang paling umum di situs usaha. Kolom kontak diberi tempat sendiri karena itu yang paling sering dicari, dan baris paling bawah menampung hak cipta serta dokumen kebijakan.

Susunan footer sebaiknya mengikuti apa yang paling sering dicari pengunjung jenis usaha itu. Lima contoh berikut diambil dari situs nyata. Kami menyebut apa yang sudah tepat dan apa yang masih bisa ditambah, supaya Anda bisa meniru bagian yang cocok untuk usaha sendiri.

1. Company profile jasa konstruksi: PT Nusa Konstruksi Enjiniring. Kolom pertama memuat nama perusahaan, alamat kantor lengkap sampai kode pos, email, dan nomor telepon. Kolom kedua berisi tautan penting ke profil perusahaan, visi misi, sertifikasi, dan kontak. Kolom ketiga memuat akun LinkedIn dan Instagram serta logo sertifikasi. Baris paling bawah berisi hak cipta dengan tahun berjalan. Yang bisa ditambah untuk usaha jasa yang lebih kecil: satu kolom daftar layanan dan jam kerja kantor. Contoh struktur halaman lengkapnya ada di contoh website company profile.

Tangkapan layar footer situs PT Nusa Konstruksi Enjiniring: nama perusahaan, alamat ITS Tower Nifarro Park Jakarta Selatan, email corporate, nomor telepon kantor, kolom Tautan Penting berisi Beranda, Profil Perusahaan, Visi Misi dan Nilai Perusahaan, Sertifikasi dan Penghargaan, Kontak, kolom Media Sosial Kami dengan ikon LinkedIn dan Instagram serta logo sertifikasi, dan baris hak cipta 2026
Footer company profile tiga kolom: identitas dan kontak di kiri, tautan penting di tengah, media sosial dan sertifikasi di kanan. Alamat ditulis lengkap sebagai teks, bukan hanya ikon peta. Tangkapan layar: nusakonstruksi.com (tab baru), diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

2. Toko online: Eiger. Footer toko online yang baik menjawab pertanyaan sebelum membeli, dan footer Eiger melakukannya lewat kolom Bantuan: pengiriman, pembayaran, penukaran dan pengembalian, panduan ukuran, garansi, kebijakan privasi, serta syarat dan ketentuan. Kolom Pengguna berisi lacak pesanan dan keanggotaan. Kolom Hubungi Kami mencantumkan email dan jam layanan, lalu di bawahnya ada kontak pengaduan konsumen Kementerian Perdagangan. Di sisi kiri ada pendaftaran email promo dan tautan aplikasi. Yang perlu diperhatikan: puluhan kategori produk tidak ikut ditumpuk di sini. Panduan membangun tokonya ada di cara membuat toko online, dan bedanya website biasa dengan aplikasi web kami jelaskan di aplikasi website.

Tangkapan layar footer gelap situs Eiger: logo Eiger, ajakan mendaftar email promo dengan tombol Subscribe, tautan App Store dan Google Play, kolom Bantuan berisi Pengiriman, Pembayaran, Penukaran dan Pengembalian, Kebijakan Privasi, Panduan Ukuran, kolom Eiger, kolom Pengguna berisi Lacak Pesanan dan Membership, kolom Hubungi Kami dengan email dan jam layanan, kontak pengaduan konsumen Kementerian Perdagangan, dan baris hak cipta
Kolom Bantuan menjawab pertanyaan seputar pengiriman, pembayaran, dan pengembalian sebelum pembeli perlu bertanya. Jam layanan ditulis jelas di bawah email. Tangkapan layar: eigeradventure.com (tab baru), diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Catatan untuk landing page. Halaman yang dibuat khusus untuk iklan biasanya memakai footer minimal: kontak, kebijakan privasi, dan hak cipta saja, supaya perhatian pengunjung tidak lari dari tombol utama. Alasannya kami bahas di landing page adalah.

3. UMKM dengan tempat usaha: Tempo Gelato, Yogyakarta. Footer berwarna merah ini memuat tiga hal yang paling sering dicari: alamat kantor di Jalan Tamansiswa lengkap dengan kode pos, nomor telepon, dan email. Semuanya ditulis sebagai teks sehingga bisa disalin. Yang belum ada di footer: jam buka dan tautan ke daftar outlet, padahal menu Outlets sudah ada di bagian atas halaman. Untuk klinik, salon, bengkel, atau kafe, tambahkan jam buka per hari, tautan ke Google Maps, dan tombol WhatsApp yang besar, karena pengunjung dari ponsel sering langsung menggulir ke bawah.

Tangkapan layar footer merah situs Tempo Gelato: ikon lokasi dengan alamat Tempo Gelato Office di Jalan Tamansiswa Nomor 54 Wirogunan Mergangsan Yogyakarta 55151, ikon telepon dengan label Marketing dan nomor telepon, ikon amplop dengan alamat email, kotak pencarian, dan slogan Any time is ice cream time
Footer satu baris milik usaha kuliner di Yogyakarta: alamat, telepon, dan email langsung terbaca. Jam buka belum dicantumkan. Tangkapan layar: tempogelato.com (tab baru), diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

4. Sekolah dengan banyak lokasi: Sekolah Cikal. Karena Cikal punya beberapa kampus dan program, footernya disusun enam kolom: tentang sekolah, daftar lokasi per kota, jenjang program dari preschool sampai high school, tautan pendaftaran (Enroll Now) dan karier, berita serta FAQ, dan akun media sosial per unit. Susunan ini cocok untuk lembaga besar. Sekolah dengan satu lokasi sebaiknya justru menaruh alamat, telepon tata usaha, jam layanan, dan tautan pendaftaran langsung di footer. Contoh halaman yang biasa ada di situs sekolah kami bahas di contoh website sekolah.

Tangkapan layar footer oranye situs Sekolah Cikal dengan enam kolom: About Us, Locations berisi daftar kampus Sekolah Cikal, Rumah Main Cikal, Pendidikan Inklusi Cikal, dan Kampus Guru Cikal per kota, Programs dari Preschool sampai High School dan Inclusion Program, Join Us berisi Enroll Now dan Career, Learn More berisi News, Blog, Event, FAQ, Contact us, Privacy Policy, serta Follow Us dengan ikon media sosial per unit
Footer lembaga pendidikan dengan banyak kampus: lokasi dan program dikelompokkan per kolom, dan tautan pendaftaran punya kolom sendiri. Tangkapan layar: cikal.co.id (tab baru), diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

5. Website personal: Dee Lestari. Situs penulis Dee Lestari memakai footer ringkas di tengah: empat ikon (Instagram, X, Spotify, dan email), satu baris menu ke halaman Buku, Kaizen Writing, Musik, Store, Blog, Bio, dan Reza Gunawan Legacy, lalu baris hak cipta dengan alamat email kontak. Footer yang ringkas cocok untuk situs pribadi yang halamannya tidak banyak. Strukturnya ada di website personal branding.

Tangkapan layar footer abu-abu gelap situs Dee Lestari: ikon Instagram, X, Spotify, dan amplop email di tengah, satu baris menu Buku, Kaizen Writing, Musik, Store, Blog, Bio, Reza Gunawan Legacy, dan baris hak cipta dengan alamat email kontak
Footer website personal cukup tiga baris: ikon profil, menu utama, dan cara menghubungi. Tangkapan layar: deelestari.com (tab baru), diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Teks footer sebaiknya pendek dan spesifik. Berikut templat teks yang bisa Anda isi sesuai usaha sendiri:

  • Kalimat identitas: "Bengkel spesialis mesin diesel di Sleman sejak 2015. Servis berkala, turun mesin, dan perawatan armada usaha." (templat)
  • Jam buka: "Senin sampai Sabtu, 08.00 sampai 17.00 WIB. Minggu dan hari libur nasional tutup." (templat)
  • Kontak: "WhatsApp: tombol chat. Telepon: nomor kantor. Email: alamat email usaha." Tulis nomor dan alamat lengkapnya, jangan hanya ikon.
  • Hak cipta: "Hak cipta 2026 Nama Usaha. Seluruh hak dilindungi." Perbarui tahunnya.

Hindari kalimat umum seperti "solusi terbaik untuk kebutuhan Anda". Kalimat yang menyebut layanan dan wilayah membantu pengunjung sekaligus menjelaskan usaha Anda kepada mesin pencari. Prinsip menulis teks yang jelas untuk pengunjung juga kami bahas di desain website.

Footer bukan tempat menumpuk kata kunci. Ada tiga hal yang benar benar berpengaruh.

Tautan yang bisa dirayapi. Google menjelaskan bahwa Google hanya bisa merayapi tautan yang memakai elemen <a> dengan atribut href. Tautan footer yang dibuat dengan tombol JavaScript tanpa href tidak akan diikuti. Pastikan tautan ke halaman layanan dan kontak di footer adalah tautan biasa.

Data usaha yang konsisten. Nama, alamat, dan nomor telepon di footer sebaiknya sama persis dengan yang ada di Google Profil Bisnis dan direktori lain. Perbedaan kecil seperti singkatan nama jalan membuat data usaha tampak tidak konsisten.

Jangan berlebihan. Puluhan tautan dengan teks berisi kata kunci, misalnya daftar nama kota yang tidak punya halaman bermutu, tidak membantu pengunjung. Daftar periksa SEO dasar untuk website baru ada di checklist website siap SEO.

Header dan footer bekerja berpasangan. Header ada di atas dan memuat navigasi utama, logo, dan satu tombol aksi. Footer ada di bawah dan memuat informasi pelengkap. NN/g menyebut pola navigasi yang diulang di atas dan bawah halaman sebagai doormat navigation, berguna untuk halaman panjang terutama di ponsel.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

HalHeaderFooter
PosisiAtas setiap halamanBawah setiap halaman
Isi utamaLogo, menu utama, satu tombol aksiKontak, alamat, tautan pelengkap, dokumen kebijakan
Jumlah tautanSedikit, hanya yang terpentingBoleh lebih banyak, dikelompokkan per kolom
Di ponselMenu diringkas jadi tombolKolom disusun menurun, kontak di atas
Kesalahan umumTerlalu banyak menu dan tombolKosong, atau menjadi tempat sampah tautan

Prinsip yang sama berlaku untuk keduanya: pengunjung harus menemukan yang dicari tanpa berpikir lama. Dasar kegunaan seperti ini kami jelaskan di UI UX adalah.

Perencanaan letak header dan footer sebaiknya dilakukan sejak tahap wireframe, sebelum desain visual. Contohnya ada di contoh wireframe website.

Tangkapan layar footer situs Eiger di layar ponsel selebar 390 piksel: kolom Bantuan dan kolom Eiger tetap berdampingan, kolom Pengguna di bawah kolom Eiger, lalu blok Hubungi Kami berisi email, jam layanan, dan ikon media sosial, kontak pengaduan konsumen yang sebagian tertutup tombol kembali ke atas, tombol chat mengambang, dan baris hak cipta
Footer yang sama di layar ponsel. Dua kolom tautan tetap berdampingan, dan blok Hubungi Kami turun ke bawah daftar tautan. Perhatikan juga tombol kembali ke atas dan tombol chat yang mengambang menutupi sebagian teks pengaduan konsumen dan hak cipta. Hal kecil seperti ini baru terlihat bila footer dicek langsung di ponsel. Tangkapan layar: eigeradventure.com (tab baru) pada lebar layar 390 piksel, diambil 9 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Sebagian besar pengunjung situs usaha kecil datang dari ponsel. Footer empat kolom yang rapi di laptop bisa menjadi daftar panjang yang melelahkan di layar kecil. Beberapa hal yang perlu diperiksa:

  • Urutan kolom. Kontak dan tombol WhatsApp di atas, tautan pelengkap di bawahnya.
  • Ukuran sentuh. Tautan yang terlalu rapat sulit diketuk dengan jari.
  • Nomor telepon bisa diketuk. Pakai tautan tel: supaya pengunjung bisa langsung menelepon.
  • Kontras teks. Teks abu abu kecil di atas latar gelap sering tidak terbaca di bawah sinar matahari.

Kesalahan lain yang sering kami temui: tahun hak cipta yang tertinggal beberapa tahun, ikon media sosial yang mengarah ke akun kosong, alamat berbeda dengan Google Maps, tautan kebijakan privasi yang mengarah ke halaman 404, dan footer yang tidak terjangkau karena halaman memakai gulir tanpa akhir. Menurut NN/g, situs dengan gulir tanpa akhir tidak punya dasar halaman yang tetap, sehingga isi footer biasanya dipindahkan ke "mini footer" di kolom samping atau di dalam navigasi utama.

Footer yang berat dengan peta tersemat atau umpan media sosial bisa memperlambat halaman. Bila perlu peta, pertimbangkan tautan ke Google Maps sebagai ganti peta tersemat, lalu ukur hasilnya dengan langkah di cara cek kecepatan website.

Kesimpulan

Footer website adalah tempat pengunjung mencari kontak, alamat, jam buka, dan dokumen penting. Isi minimumnya identitas usaha, kontak, tautan halaman utama, dan kebijakan privasi, ditambah isi khusus sesuai jenis usaha. Buat tautannya bisa dirayapi, samakan data usaha dengan Google Profil Bisnis, dan periksa tampilannya di ponsel.

Footer, header, dan halaman kontak dirancang sekaligus di setiap proyek jasa pembuatan website company profile kami. Bila Anda ingin footer situs yang sudah ada diperiksa, kirim alamat websitenya lewat WhatsApp kami (membuka WhatsApp di tab baru).

Sumber

Ditulis dan diperiksa oleh tim studio

Studio pembuatan website di Yogyakarta. Cara kami menulis: setiap klaim faktual disertai sumber yang bisa Anda buka sendiri, harga yang dikutip dicatat bersama tanggal pengecekannya, dan artikel diperiksa ulang bila sumbernya berubah.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk

Apa itu footer website?

Footer website adalah bagian paling bawah setiap halaman yang berisi informasi yang sama di seluruh situs, seperti identitas usaha, kontak, alamat, jam buka, tautan ke halaman penting, kebijakan privasi, dan media sosial. Dalam HTML, bagian ini ditandai dengan elemen footer.

Apa saja isi wajib footer website?

Minimal nama usaha dengan satu kalimat tentang layanan, kontak seperti WhatsApp, telepon, atau email, tautan ke halaman utama seperti layanan dan kontak, serta kebijakan privasi bila situs mengumpulkan data pengunjung. Usaha yang punya tempat sebaiknya menambahkan alamat dan jam buka.

Bagaimana contoh footer untuk toko online?

Footer toko online sebaiknya menjawab pertanyaan sebelum membeli: cara pemesanan, pengiriman, pengembalian barang, metode pembayaran, dan cara melacak pesanan, ditambah kontak layanan pelanggan dan jam respons. Hindari menumpuk puluhan kategori produk di footer.

Apakah footer berpengaruh pada SEO?

Footer membantu bila tautannya bisa dirayapi, yaitu memakai elemen a dengan atribut href, dan bila data usaha di dalamnya sama dengan Google Profil Bisnis. Footer tidak membantu bila diisi tumpukan tautan berisi kata kunci, misalnya daftar nama kota yang tidak punya halaman bermutu.

Apa bedanya header dan footer website?

Header ada di atas halaman dan memuat logo, menu utama, serta satu tombol aksi. Footer ada di bawah dan memuat informasi pelengkap seperti kontak, alamat, tautan sekunder, dan dokumen kebijakan. Header sebaiknya ringkas, sedangkan footer boleh memuat lebih banyak tautan yang dikelompokkan per kolom.

Bagaimana footer yang baik di ponsel?

Kolom footer disusun menurun dengan kontak dan tombol WhatsApp di urutan pertama. Pastikan tautan cukup besar untuk diketuk jari, nomor telepon memakai tautan tel agar bisa langsung ditelepon, dan teks cukup kontras dengan latarnya.

Apakah tahun hak cipta di footer perlu diperbarui?

Sebaiknya ya. Tahun hak cipta yang tertinggal beberapa tahun membuat pengunjung ragu apakah situs dan usahanya masih aktif. Banyak situs memperbarui tahunnya secara otomatis lewat kode, tetapi tetap periksa setiap awal tahun.

Langkah berikutnya

Kerjakan sendiri dulu, daftar periksanya kami buka

Artikel ini ditulis untuk dipakai, bukan untuk menggiring Anda memesan. Pakai daftar periksa 10 poin yang kami centang sebelum serah terima untuk menguji hasil Anda. Kalau ada satu langkah yang mandek, tanyakan lewat WhatsApp tanpa kewajiban lanjut. Kalau suatu saat hitungan waktunya tidak masuk, harga dan total tiga tahun kami terbuka tanpa perlu chat lebih dulu.

  • Domain dan akun atas nama Anda
  • Harga final sampai tahun ketiga
  • Tanggal tayang mengikat
  • Lembar Cakupan dikirim sebelum Anda bayar
Chat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru) Lihat harga