Footer website adalah bagian paling bawah setiap halaman yang berisi informasi yang dicari orang ketika mereka sudah selesai membaca: alamat dan kontak, tautan ke halaman penting, jam buka, kebijakan privasi, dan media sosial. Footer jarang dipikirkan saat merancang website, padahal di situlah banyak calon pelanggan mencari cara menghubungi Anda.
Panduan ini berisi contoh footer website untuk lima jenis usaha, daftar isi yang wajib dan yang opsional, kesalahan yang sering terjadi, serta cara memeriksa footer di ponsel. Setiap contoh memakai tangkapan layar footer dari situs nyata yang kami ambil pada 9 Oktober 2026, lengkap dengan tautan ke situsnya, catatan apa yang layak ditiru, dan apa yang masih bisa ditambah. Tampilan situs bisa berubah sewaktu-waktu, jadi buka tautannya untuk melihat versi terbaru.
Apa itu footer website dan kenapa penting
Dalam HTML, footer ditandai dengan elemen <footer>. Menurut MDN Web Docs, footer biasanya berisi informasi tentang penulis atau pemilik, data hak cipta, atau tautan ke dokumen terkait. Dalam praktik, footer situs usaha menjadi tempat informasi yang sama di setiap halaman.
Nielsen Norman Group, lembaga riset kegunaan website, mencatat dua situasi utama orang memakai footer. Pertama, pengunjung yang belum menemukan yang dicari menggulir ke bawah dan memakai footer sebagai kesempatan kedua atau jalan terakhir menemukan konten yang sulit dicari. Kedua, pengunjung sengaja menggulir ke footer karena berharap menemukan informasi tertentu di sana, seperti kontak, detail perusahaan, atau media sosial.
NN/g juga menyebut footer punya sifat yang menguntungkan: footer tidak menghalangi pengunjung yang sudah menemukan kebutuhannya di bagian atas halaman. Selama tidak terlalu berat sampai memperlambat halaman, footer yang baik hanya menambah manfaat.
Isi footer website: yang wajib dan yang opsional
NN/g menyarankan setiap situs setidaknya menaruh tautan utilitas di footer: informasi kontak seperti alamat dan nomor telepon, informasi layanan pelanggan, kebijakan privasi, dan syarat penggunaan. Menurut NN/g, footer adalah tempat orang mencari hal hal ini, walaupun tautannya juga ada di bagian atas halaman. Tabel berikut merangkum isi footer untuk situs usaha.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Isi footer | Status | Kenapa |
|---|---|---|
| Nama usaha dan satu kalimat tentang apa yang Anda kerjakan | Wajib | Pengunjung yang masuk dari artikel langsung tahu siapa Anda |
| Kontak: WhatsApp, telepon, email | Wajib | Ini yang paling sering dicari di footer |
| Alamat dan jam buka | Wajib bila punya tempat usaha | Sama persis dengan Google Profil Bisnis supaya tidak membingungkan |
| Tautan halaman utama: layanan, harga, tentang, kontak | Wajib | Navigasi cepat tanpa menggulir kembali ke atas |
| Kebijakan privasi dan syarat layanan | Wajib bila mengumpulkan data pengunjung | Tempat yang diharapkan pengunjung untuk dokumen ini |
| Hak cipta dan tahun | Disarankan | Tanda situs masih dirawat bila tahunnya terbaru |
| Media sosial | Opsional | Hanya akun yang aktif diperbarui |
| Formulir newsletter | Opsional | Bila Anda memang rutin mengirim email |
| Metode pembayaran dan pengiriman | Opsional, penting untuk toko online | Menjawab pertanyaan sebelum membeli |
| Sertifikat, izin, atau keanggotaan asosiasi | Opsional | Hanya yang benar benar dimiliki dan bisa dibuktikan |
Informasi bantuan seperti kontak sebaiknya berada di posisi yang sama di setiap halaman. Pedoman aksesibilitas WCAG 2.2 punya kriteria khusus untuk ini, Consistent Help: bila mekanisme bantuan seperti detail kontak muncul di banyak halaman, urutan relatifnya harus sama. Footer yang sama di semua halaman memenuhi prinsip ini dengan sendirinya.
Contoh footer website untuk lima jenis usaha
Susunan footer sebaiknya mengikuti apa yang paling sering dicari pengunjung jenis usaha itu. Lima contoh berikut diambil dari situs nyata. Kami menyebut apa yang sudah tepat dan apa yang masih bisa ditambah, supaya Anda bisa meniru bagian yang cocok untuk usaha sendiri.
1. Company profile jasa konstruksi: PT Nusa Konstruksi Enjiniring. Kolom pertama memuat nama perusahaan, alamat kantor lengkap sampai kode pos, email, dan nomor telepon. Kolom kedua berisi tautan penting ke profil perusahaan, visi misi, sertifikasi, dan kontak. Kolom ketiga memuat akun LinkedIn dan Instagram serta logo sertifikasi. Baris paling bawah berisi hak cipta dengan tahun berjalan. Yang bisa ditambah untuk usaha jasa yang lebih kecil: satu kolom daftar layanan dan jam kerja kantor. Contoh struktur halaman lengkapnya ada di contoh website company profile.
2. Toko online: Eiger. Footer toko online yang baik menjawab pertanyaan sebelum membeli, dan footer Eiger melakukannya lewat kolom Bantuan: pengiriman, pembayaran, penukaran dan pengembalian, panduan ukuran, garansi, kebijakan privasi, serta syarat dan ketentuan. Kolom Pengguna berisi lacak pesanan dan keanggotaan. Kolom Hubungi Kami mencantumkan email dan jam layanan, lalu di bawahnya ada kontak pengaduan konsumen Kementerian Perdagangan. Di sisi kiri ada pendaftaran email promo dan tautan aplikasi. Yang perlu diperhatikan: puluhan kategori produk tidak ikut ditumpuk di sini. Panduan membangun tokonya ada di cara membuat toko online, dan bedanya website biasa dengan aplikasi web kami jelaskan di aplikasi website.
Catatan untuk landing page. Halaman yang dibuat khusus untuk iklan biasanya memakai footer minimal: kontak, kebijakan privasi, dan hak cipta saja, supaya perhatian pengunjung tidak lari dari tombol utama. Alasannya kami bahas di landing page adalah.
3. UMKM dengan tempat usaha: Tempo Gelato, Yogyakarta. Footer berwarna merah ini memuat tiga hal yang paling sering dicari: alamat kantor di Jalan Tamansiswa lengkap dengan kode pos, nomor telepon, dan email. Semuanya ditulis sebagai teks sehingga bisa disalin. Yang belum ada di footer: jam buka dan tautan ke daftar outlet, padahal menu Outlets sudah ada di bagian atas halaman. Untuk klinik, salon, bengkel, atau kafe, tambahkan jam buka per hari, tautan ke Google Maps, dan tombol WhatsApp yang besar, karena pengunjung dari ponsel sering langsung menggulir ke bawah.
4. Sekolah dengan banyak lokasi: Sekolah Cikal. Karena Cikal punya beberapa kampus dan program, footernya disusun enam kolom: tentang sekolah, daftar lokasi per kota, jenjang program dari preschool sampai high school, tautan pendaftaran (Enroll Now) dan karier, berita serta FAQ, dan akun media sosial per unit. Susunan ini cocok untuk lembaga besar. Sekolah dengan satu lokasi sebaiknya justru menaruh alamat, telepon tata usaha, jam layanan, dan tautan pendaftaran langsung di footer. Contoh halaman yang biasa ada di situs sekolah kami bahas di contoh website sekolah.
5. Website personal: Dee Lestari. Situs penulis Dee Lestari memakai footer ringkas di tengah: empat ikon (Instagram, X, Spotify, dan email), satu baris menu ke halaman Buku, Kaizen Writing, Musik, Store, Blog, Bio, dan Reza Gunawan Legacy, lalu baris hak cipta dengan alamat email kontak. Footer yang ringkas cocok untuk situs pribadi yang halamannya tidak banyak. Strukturnya ada di website personal branding.
Contoh teks footer yang bisa ditiru
Teks footer sebaiknya pendek dan spesifik. Berikut templat teks yang bisa Anda isi sesuai usaha sendiri:
- Kalimat identitas: "Bengkel spesialis mesin diesel di Sleman sejak 2015. Servis berkala, turun mesin, dan perawatan armada usaha." (templat)
- Jam buka: "Senin sampai Sabtu, 08.00 sampai 17.00 WIB. Minggu dan hari libur nasional tutup." (templat)
- Kontak: "WhatsApp: tombol chat. Telepon: nomor kantor. Email: alamat email usaha." Tulis nomor dan alamat lengkapnya, jangan hanya ikon.
- Hak cipta: "Hak cipta 2026 Nama Usaha. Seluruh hak dilindungi." Perbarui tahunnya.
Hindari kalimat umum seperti "solusi terbaik untuk kebutuhan Anda". Kalimat yang menyebut layanan dan wilayah membantu pengunjung sekaligus menjelaskan usaha Anda kepada mesin pencari. Prinsip menulis teks yang jelas untuk pengunjung juga kami bahas di desain website.
Footer dan SEO
Footer bukan tempat menumpuk kata kunci. Ada tiga hal yang benar benar berpengaruh.
Tautan yang bisa dirayapi. Google menjelaskan bahwa Google hanya bisa merayapi tautan yang memakai elemen <a> dengan atribut href. Tautan footer yang dibuat dengan tombol JavaScript tanpa href tidak akan diikuti. Pastikan tautan ke halaman layanan dan kontak di footer adalah tautan biasa.
Data usaha yang konsisten. Nama, alamat, dan nomor telepon di footer sebaiknya sama persis dengan yang ada di Google Profil Bisnis dan direktori lain. Perbedaan kecil seperti singkatan nama jalan membuat data usaha tampak tidak konsisten.
Jangan berlebihan. Puluhan tautan dengan teks berisi kata kunci, misalnya daftar nama kota yang tidak punya halaman bermutu, tidak membantu pengunjung. Daftar periksa SEO dasar untuk website baru ada di checklist website siap SEO.
Header dan footer: pembagian tugas
Header dan footer bekerja berpasangan. Header ada di atas dan memuat navigasi utama, logo, dan satu tombol aksi. Footer ada di bawah dan memuat informasi pelengkap. NN/g menyebut pola navigasi yang diulang di atas dan bawah halaman sebagai doormat navigation, berguna untuk halaman panjang terutama di ponsel.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Hal | Header | Footer |
|---|---|---|
| Posisi | Atas setiap halaman | Bawah setiap halaman |
| Isi utama | Logo, menu utama, satu tombol aksi | Kontak, alamat, tautan pelengkap, dokumen kebijakan |
| Jumlah tautan | Sedikit, hanya yang terpenting | Boleh lebih banyak, dikelompokkan per kolom |
| Di ponsel | Menu diringkas jadi tombol | Kolom disusun menurun, kontak di atas |
| Kesalahan umum | Terlalu banyak menu dan tombol | Kosong, atau menjadi tempat sampah tautan |
Prinsip yang sama berlaku untuk keduanya: pengunjung harus menemukan yang dicari tanpa berpikir lama. Dasar kegunaan seperti ini kami jelaskan di UI UX adalah.
Perencanaan letak header dan footer sebaiknya dilakukan sejak tahap wireframe, sebelum desain visual. Contohnya ada di contoh wireframe website.
Footer di ponsel dan kesalahan yang sering terjadi
Sebagian besar pengunjung situs usaha kecil datang dari ponsel. Footer empat kolom yang rapi di laptop bisa menjadi daftar panjang yang melelahkan di layar kecil. Beberapa hal yang perlu diperiksa:
- Urutan kolom. Kontak dan tombol WhatsApp di atas, tautan pelengkap di bawahnya.
- Ukuran sentuh. Tautan yang terlalu rapat sulit diketuk dengan jari.
- Nomor telepon bisa diketuk. Pakai tautan
tel:supaya pengunjung bisa langsung menelepon. - Kontras teks. Teks abu abu kecil di atas latar gelap sering tidak terbaca di bawah sinar matahari.
Kesalahan lain yang sering kami temui: tahun hak cipta yang tertinggal beberapa tahun, ikon media sosial yang mengarah ke akun kosong, alamat berbeda dengan Google Maps, tautan kebijakan privasi yang mengarah ke halaman 404, dan footer yang tidak terjangkau karena halaman memakai gulir tanpa akhir. Menurut NN/g, situs dengan gulir tanpa akhir tidak punya dasar halaman yang tetap, sehingga isi footer biasanya dipindahkan ke "mini footer" di kolom samping atau di dalam navigasi utama.
Footer yang berat dengan peta tersemat atau umpan media sosial bisa memperlambat halaman. Bila perlu peta, pertimbangkan tautan ke Google Maps sebagai ganti peta tersemat, lalu ukur hasilnya dengan langkah di cara cek kecepatan website.
Kesimpulan
Footer website adalah tempat pengunjung mencari kontak, alamat, jam buka, dan dokumen penting. Isi minimumnya identitas usaha, kontak, tautan halaman utama, dan kebijakan privasi, ditambah isi khusus sesuai jenis usaha. Buat tautannya bisa dirayapi, samakan data usaha dengan Google Profil Bisnis, dan periksa tampilannya di ponsel.
Footer, header, dan halaman kontak dirancang sekaligus di setiap proyek jasa pembuatan website company profile kami. Bila Anda ingin footer situs yang sudah ada diperiksa, kirim alamat websitenya lewat WhatsApp kami (membuka WhatsApp di tab baru).
Sumber
- Nielsen Norman Group, Footers 101: Design Patterns and When to Use Each (tab baru), untuk cara orang memakai footer, tautan utilitas, dan doormat navigation, dicek 9 Oktober 2026.
- MDN Web Docs, elemen footer (tab baru), untuk pengertian elemen footer dalam HTML.
- W3C, Understanding Success Criterion 3.2.6 Consistent Help (tab baru), untuk letak mekanisme bantuan yang konsisten antarhalaman.
- Google Search Central, Link best practices (tab baru), untuk syarat tautan yang bisa dirayapi Google.



