Lewati ke konten

Teknis

htaccess WordPress: fungsi, isi default, cara edit aman, dan memperbaiki yang rusak

File .htaccess WordPress mengatur permalink dan aturan server Apache. Pelajari isi default resminya, cara mengedit dengan aman, dan cara memperbaiki yang rusak.

15 Oktober 2026 Tim Jasa Pembuatan Website Indonesia 8 menit baca
Ilustrasi vektor datar: jendela browser di kiri, halaman berkas konfigurasi berisi baris kode hijau dan roda gigi di tengah, perisai di atasnya, rak server bergembok di kanan, dengan panah putus putus dari browser ke berkas lalu ke server dan satu panah panjang yang kembali ke browser

File .htaccess WordPress adalah berkas konfigurasi server Apache yang terletak di folder utama situs. WordPress memakainya terutama untuk satu hal: membuat permalink cantik bekerja, sehingga alamat seperti /blog/judul-artikel/ bisa dibuka meskipun tidak ada folder bernama itu di server. Di luar itu, berkas yang sama sering dipakai untuk pengalihan, pembatasan akses, dan pengaturan keamanan.

Karena satu baris yang salah bisa membuat seluruh situs error, .htaccess termasuk berkas yang paling sering ditakuti pemilik website. Panduan ini menjelaskan fungsinya, isi default resminya, cara mengedit dengan aman, contoh aturan yang berguna, dan cara memperbaiki .htaccess yang rusak. Kalau Anda belum familiar dengan cara server melayani halaman, baca dulu artikel web server adalah.

Apa itu .htaccess dan apa fungsinya di WordPress

Dokumentasi resmi WordPress menyebut .htaccess sebagai berkas konfigurasi terdistribusi, yaitu cara Apache menerapkan perubahan pengaturan per folder. Aturan di dalamnya berlaku untuk folder tempat berkas itu berada dan semua subfoldernya. Karena berkas utama WordPress ada di folder akar, .htaccess di sana memengaruhi seluruh situs.

Fungsi yang paling penting bagi WordPress adalah permalink. Saat pengunjung membuka /tentang-kami/, server sebenarnya tidak menemukan folder bernama itu. Aturan di .htaccess memberi tahu Apache: kalau alamat yang diminta bukan berkas atau folder nyata, serahkan permintaannya ke index.php. WordPress lalu membaca alamat itu dan menampilkan halaman yang sesuai dari database.

Diagram alur permalink WordPress: pengunjung membuka alamat tentang-kami, Apache membaca htaccess dan memeriksa apakah ada berkas atau folder bernama itu, karena tidak ada permintaan diteruskan ke index.php, lalu WordPress mencari halaman di database dan menampilkannya
Ilustrasi konsep alur permalink. Tanpa aturan di .htaccess, langkah kedua berhenti di halaman 404 karena folder yang diminta memang tidak ada.

Selain permalink, .htaccess dipakai untuk beberapa keperluan lain:

  • Pengalihan (redirect), misalnya dari HTTP ke HTTPS atau dari alamat lama ke alamat baru.
  • Pembatasan akses ke berkas sensitif seperti wp-config.php.
  • Pengaturan server seperti halaman indeks bawaan, karakter set, atau larangan menampilkan daftar isi folder.
  • Aturan dari plugin, misalnya plugin cache atau keamanan yang menulis bloknya sendiri.

Di mana letak file .htaccess WordPress

File .htaccess ada di folder utama instalasi WordPress, sejajar dengan wp-config.php dan tiga folder wp-admin, wp-content, serta wp-includes. Di hosting dengan cPanel, folder itu biasanya public_html untuk domain utama.

Diagram struktur folder utama WordPress: folder public_html berisi folder wp-admin, wp-content, wp-includes, berkas index.php, wp-config.php, dan berkas .htaccess yang disorot hijau, dengan catatan bahwa nama berawalan titik disembunyikan secara bawaan
Ilustrasi konsep letak .htaccess di folder utama WordPress. Berkas ini tersembunyi secara bawaan karena namanya diawali titik.

Kalau berkasnya tidak terlihat, ada dua kemungkinan. Pertama, pengelola file menyembunyikan berkas yang namanya diawali titik. Di File Manager cPanel, buka Settings lalu centang opsi untuk menampilkan berkas tersembunyi. Di aplikasi FTP, cari opsi serupa. Kedua, berkasnya memang belum ada, misalnya karena permalink masih memakai format bawaan ?p=123. Dalam kasus kedua, menyimpan pengaturan permalink akan membuatnya.

Isi default .htaccess WordPress

Untuk instalasi WordPress biasa, dokumentasi resmi WordPress memuat blok aturan berikut. Ini isi yang dibuat WordPress saat Anda memilih permalink cantik di server Apache.

# BEGIN WordPress

RewriteEngine On
RewriteRule .* - [E=HTTP_AUTHORIZATION:%{HTTP:Authorization}]
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]

# END WordPress

Artinya baris demi baris:

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Arti setiap baris di blok default .htaccess WordPress
BarisYang dilakukan
# BEGIN WordPress dan # END WordPressPenanda wilayah milik WordPress. Isi di antara keduanya bisa ditulis ulang oleh WordPress kapan saja.
RewriteEngine OnMenyalakan modul penulisan ulang alamat (mod_rewrite) untuk folder ini.
RewriteRule .* - [E=HTTP_AUTHORIZATION:...]Meneruskan header Authorization ke PHP, dibutuhkan antara lain oleh fitur yang memakai autentikasi seperti REST API.
RewriteBase /Menetapkan folder dasar. Kalau WordPress dipasang di subfolder, nilainya ikut berubah.
RewriteRule ^index\.php$ - [L]Kalau yang diminta memang index.php, biarkan dan berhenti.
RewriteCond ... !-f dan !-dDua syarat: alamat yang diminta bukan berkas nyata dan bukan folder nyata.
RewriteRule . /index.php [L]Kalau dua syarat terpenuhi, serahkan permintaan ke index.php agar WordPress yang menangani.

Karena ada pemeriksaan "bukan berkas nyata", gambar, CSS, dan JavaScript tetap disajikan langsung oleh server tanpa melewati WordPress. Untuk WordPress Multisite, blok aturannya berbeda dan lebih panjang. Gunakan versi Multisite dari dokumentasi resmi sesuai jenis jaringan Anda (subfolder atau subdomain), jangan menyalin blok situs tunggal.

Tangkapan layar halaman Apache HTTPD .htaccess di developer.wordpress.org: judul halaman, penjelasan bahwa htaccess adalah berkas konfigurasi terdistribusi yang dipakai WordPress untuk permalink, lalu bagian Basic WP berisi blok kode BEGIN WordPress sampai END WordPress
Halaman dokumentasi resmi yang memuat isi default .htaccess WordPress, berguna untuk memulihkan berkas yang rusak. Tangkapan layar: developer.wordpress.org (tab baru), diambil 16 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Cara mengedit .htaccess WordPress dengan aman

Mengedit .htaccess bukan pekerjaan sulit, tetapi dampaknya langsung ke seluruh situs. Ikuti urutan ini setiap kali:

  1. Unduh cadangan. Sebelum mengubah apa pun, unduh salinan .htaccess ke komputer atau duplikat di server dengan nama lain, misalnya .htaccess-cadangan.
  2. Buka lewat File Manager atau FTP, bukan lewat editor plugin yang tidak jelas. Klik kanan berkas lalu pilih Edit.
  3. Tulis aturan baru di luar penanda WordPress. Dokumentasi keamanan WordPress menyarankan kode tambahan diletakkan di luar # BEGIN WordPress dan # END WordPress, karena WordPress bisa menimpa apa pun di antara keduanya.
  4. Tambahkan satu aturan per kali. Simpan, lalu langsung buka beranda, satu artikel, dan halaman admin di jendela penyamaran.
  5. Kalau muncul error, kembalikan cadangan. Error 500 setelah edit hampir selalu berarti ada baris yang tidak dikenali server.

Kebiasaan sederhana ini mencegah masalah yang paling sering terjadi, yaitu situs tiba tiba error setelah menempel potongan kode .htaccess dari internet tanpa menyimpan cadangan lebih dulu.

Contoh aturan .htaccess yang sering dipakai

Contoh berikut umum dipakai di situs WordPress pada server Apache. Pasang hanya yang memang Anda butuhkan, dan sesuaikan dengan situs Anda.

Melindungi wp-config.php

Berkas wp-config.php berisi kredensial database. Panduan keamanan resmi WordPress memberi contoh aturan berikut untuk menolak akses langsung dari browser, diletakkan di bagian paling atas .htaccess:

<Files "wp-config.php">
Require all denied
</Files>

Mematikan daftar isi folder

Tanpa berkas indeks, Apache bisa menampilkan daftar semua berkas dalam folder, misalnya di folder unggahan. Opsi Indexes di direktif Options mengatur hal ini, dan tanda minus menonaktifkannya:

Options -Indexes

Mengalihkan satu alamat lama ke alamat baru

Saat Anda mengganti slug halaman penting, arahkan alamat lama ke yang baru dengan pengalihan permanen agar pengunjung dan tautan dari situs lain tidak berakhir di halaman 404:

Redirect 301 /layanan-lama/ https://domainanda.com/layanan-baru/

Untuk pengalihan yang banyak, plugin pengelola redirect lebih mudah dirawat daripada puluhan baris di .htaccess. Pengalihan HTTP ke HTTPS juga sebaiknya diatur dari panel hosting bila tersedia, karena banyak penyedia sudah menyediakan tombolnya dan aturan ganda bisa menyebabkan pengalihan berputar.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Kapan memakai .htaccess dan kapan memakai cara lain
KebutuhanLewat .htaccessAlternatif yang sering lebih aman
Permalink cantikOtomatis dibuat WordPressSimpan ulang Settings, Permalinks
HTTP ke HTTPSBisa, dengan aturan rewriteFitur paksa HTTPS di panel hosting
Satu atau dua redirectCocok, satu baris per alamatPlugin redirect
Ratusan redirectSulit dirawatPlugin redirect atau konfigurasi server
Lindungi wp-config.phpCocok, contoh resmi tersediaIzin berkas yang benar di server
Batas unggah berkasHanya bila PHP berjalan sebagai modul ApachePengaturan PHP di panel hosting

Cara memperbaiki .htaccess yang rusak atau hilang

Tanda .htaccess bermasalah biasanya salah satu dari tiga: semua halaman selain beranda menampilkan 404, situs menampilkan error 500, atau situs berputar dalam pengalihan tanpa henti. Langkah perbaikannya:

  1. Ganti nama berkas yang ada menjadi .htaccess-rusak sebagai cadangan.
  2. Buka dasbor WordPress, masuk ke Settings, lalu Permalinks, dan klik Save Changes tanpa mengubah apa pun.
  3. Menurut dokumentasi WordPress, kalau .htaccess bisa ditulis, Anda akan melihat pesan bahwa struktur permalink diperbarui. Kalau tidak bisa ditulis, WordPress menampilkan aturan yang harus Anda tempel sendiri ke berkas baru.
  4. Kalau dasbor juga tidak bisa dibuka, buat berkas .htaccess baru dan tempel isi default dari bagian sebelumnya.
  5. Pindahkan kembali aturan tambahan dari cadangan satu per satu, sambil menguji situs setiap kali.
Diagram tiga gejala htaccess bermasalah beserta penyebab dan perbaikannya: halaman 404 selain beranda karena aturan permalink hilang, perbaiki dengan menyimpan ulang permalink; error 500 karena baris tidak dikenali server, perbaiki dengan memulihkan cadangan; pengalihan berputar karena aturan HTTPS ganda, perbaiki dengan menyisakan satu aturan
Ilustrasi konsep tiga gejala .htaccess bermasalah yang paling sering muncul, beserta langkah pertama memperbaikinya.

Kalau setelah semua langkah halaman tetap 404, masalahnya kemungkinan bukan di isi berkas, tetapi di server: modul mod_rewrite belum aktif atau server tidak mengizinkan .htaccess. Kedua hal ini diatur penyedia hosting, jadi hubungi dukungan teknis mereka dengan menyebut gejala dan langkah yang sudah dicoba.

.htaccess di hosting Nginx

Tidak semua server membaca .htaccess. Dokumentasi WordPress menjelaskan bahwa Nginx tidak punya berkas konfigurasi per folder seperti .htaccess milik Apache. Semua aturan diatur di konfigurasi server oleh administrator, dan WordPress tidak bisa mengubahnya sendiri seperti di Apache.

Konsekuensinya, kalau hosting Anda memakai Nginx murni, mengedit .htaccess tidak berpengaruh apa pun. Permalink tetap bisa bekerja, tetapi aturannya dipasang di konfigurasi server. Cara tercepat mengetahui jenis server adalah menanyakan ke penyedia hosting atau melihat informasi server di panel. Pembahasan memilih hosting ada di artikel apa itu hosting dan domain.

Hubungan .htaccess dengan kecepatan dan SEO

Berkas .htaccess sering disebut di tutorial kecepatan website, misalnya untuk kompresi dan cache browser. Aturan seperti itu memang bisa membantu, tetapi banyak plugin cache dan panel hosting sudah mengaturnya. Menambahkan aturan yang sama dua kali tidak membuat situs lebih cepat dan menambah risiko konflik. Ukur dulu dengan panduan cara cek kecepatan website sebelum menambah apa pun.

Dari sisi SEO, peran terbesar .htaccess ada pada dua hal: permalink yang bekerja dan pengalihan 301 yang benar saat alamat berubah. Halaman 404 massal akibat .htaccess rusak bisa membuat halaman penting hilang dari hasil pencarian bila tidak segera diperbaiki. Daftar pemeriksaan teknis lainnya ada di checklist website siap SEO.

Kapan perlu bantuan teknis

Mengedit .htaccess sendiri wajar untuk hal sederhana seperti memulihkan isi default atau menambah satu redirect. Bantuan teknis mulai masuk akal ketika situs memakai Multisite, ada banyak plugin yang menulis ke .htaccess sekaligus, Anda sedang memindahkan situs ke domain atau server baru, atau error tidak hilang setelah berkas dipulihkan. Dalam situasi itu, satu kesalahan bisa memutus akses pengunjung ke seluruh situs.

Kalau Anda masih menimbang apakah WordPress cocok untuk kebutuhan Anda, baca perbandingannya di WordPress atau website custom. Untuk mengenal ekosistemnya lebih dulu, mulai dari WordPress adalah dan plugin WordPress.

Kesimpulan

File .htaccess WordPress adalah berkas konfigurasi Apache di folder utama situs yang membuat permalink cantik bekerja dan bisa dipakai untuk redirect serta pengamanan. Isi defaultnya pendek dan tersedia di dokumentasi resmi, jadi berkas yang rusak hampir selalu bisa dipulihkan. Kuncinya ada di kebiasaan: cadangkan dulu, tulis aturan tambahan di luar penanda WordPress, tambahkan satu aturan per kali, dan uji situs setiap selesai menyimpan. Kalau server Anda Nginx, ingat bahwa .htaccess tidak dibaca sama sekali.

Sumber

Ditulis dan diperiksa oleh tim studio

Studio pembuatan website di Yogyakarta. Cara kami menulis: setiap klaim faktual disertai sumber yang bisa Anda buka sendiri, harga yang dikutip dicatat bersama tanggal pengecekannya, dan artikel diperiksa ulang bila sumbernya berubah.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk

Apa itu file .htaccess di WordPress?

File .htaccess adalah berkas konfigurasi server Apache yang berlaku per folder. WordPress memakainya terutama untuk permalink cantik, yaitu alamat seperti /blog/judul-artikel/ yang diarahkan ke index.php tanpa terlihat oleh pengunjung.

Di mana letak file .htaccess WordPress?

Di folder utama instalasi WordPress, sejajar dengan wp-config.php, wp-admin, wp-content, dan wp-includes. Namanya diawali titik sehingga sering disembunyikan oleh pengelola file. Aktifkan opsi tampilkan berkas tersembunyi di File Manager hosting atau aplikasi FTP Anda.

Apa isi default .htaccess WordPress?

Untuk instalasi WordPress biasa (bukan Multisite), isinya satu blok yang diawali # BEGIN WordPress dan diakhiri # END WordPress, berisi RewriteEngine On, aturan Authorization, RewriteBase /, dan aturan yang mengarahkan alamat yang bukan berkas atau folder nyata ke /index.php. Salinan lengkapnya ada di dokumentasi resmi WordPress dan di artikel ini.

Bagaimana membuat ulang .htaccess WordPress yang hilang atau rusak?

Cadangkan berkas lama, lalu buka Settings, Permalinks di dasbor dan klik Save Changes tanpa mengubah apa pun. Kalau berkas bisa ditulis, WordPress membuat ulang blok aturannya. Kalau tidak bisa ditulis, WordPress menampilkan aturan yang perlu Anda tempel sendiri ke .htaccess.

Kenapa halaman WordPress 404 padahal beranda bisa dibuka?

Penyebab paling umum adalah aturan permalink di .htaccess hilang atau rusak, sehingga server mencari folder yang memang tidak ada. Simpan ulang pengaturan Permalinks di dasbor. Kalau masih 404, tanyakan ke penyedia hosting apakah modul mod_rewrite aktif dan apakah server mengizinkan .htaccess.

Apakah .htaccess berlaku di server Nginx?

Tidak. Dokumentasi WordPress menjelaskan bahwa Nginx tidak punya berkas konfigurasi per folder seperti .htaccess. Semua aturan diatur di konfigurasi server oleh administrator, dan WordPress tidak bisa mengubahnya sendiri. Kalau hosting Anda memakai Nginx murni, mengedit .htaccess tidak berpengaruh apa pun.

Bolehkah menambahkan kode sendiri ke .htaccess WordPress?

Boleh, asalkan diletakkan di luar penanda # BEGIN WordPress dan # END WordPress. WordPress bisa menimpa apa pun yang ada di antara dua penanda itu saat permalink disimpan. Tambahkan satu aturan per kali, lalu uji situs sebelum menambah yang berikutnya.

Apa yang harus dilakukan kalau situs error 500 setelah mengedit .htaccess?

Kembalikan berkas cadangan lewat File Manager atau FTP. Error 500 setelah mengedit .htaccess hampir selalu berarti ada baris yang tidak dikenali server, misalnya salah ketik atau perintah dari modul yang tidak aktif. Setelah situs pulih, tambahkan aturan baru satu per satu untuk menemukan baris penyebabnya.

Langkah berikutnya

Kerjakan sendiri dulu, daftar periksanya kami buka

Artikel ini ditulis untuk dipakai, bukan untuk menggiring Anda memesan. Pakai daftar periksa 10 poin yang kami centang sebelum serah terima untuk menguji hasil Anda. Kalau ada satu langkah yang mandek, tanyakan lewat WhatsApp tanpa kewajiban lanjut. Kalau suatu saat hitungan waktunya tidak masuk, harga dan total tiga tahun kami terbuka tanpa perlu chat lebih dulu.

  • Domain dan akun atas nama Anda
  • Harga final sampai tahun ketiga
  • Tanggal tayang mengikat
  • Lembar Cakupan dikirim sebelum Anda bayar
Chat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru) Lihat harga