Lewati ke konten

Panduan

UI/UX designer: pengertian, tugas, skill, alat kerja, dan cara bekerja sama dalam proyek website

UI/UX designer adalah perancang yang mengatur alur dan tampilan website atau aplikasi. Pelajari tugas, skill, alat kerja, cara belajar, dan cara bekerja sama dengannya.

13 Oktober 2026 Tim Jasa Pembuatan Website Indonesia 10 menit baca
Ilustrasi vektor datar: monitor besar menampilkan tiga wireframe layar aplikasi di kiri dan tiga versi desain jadinya berwarna hijau di kanan, deretan kartu layar yang tersambung alur di atas monitor, catatan tempel, tablet pena dengan stylus, dan ponsel yang menampilkan tata letak yang sama

UI/UX designer adalah perancang yang mengatur dua hal sekaligus pada website atau aplikasi: alur penggunaannya (UX, user experience) dan tampilan antarmukanya (UI, user interface). Tugasnya memastikan pengunjung bisa mencapai tujuan dengan mudah, misalnya menemukan layanan, membandingkan paket, lalu menghubungi Anda, kemudian menerjemahkan alur itu menjadi tampilan yang jelas dan konsisten.

Panduan ini ditulis untuk dua jenis pembaca: pemilik usaha yang akan bekerja dengan designer saat membuat website, dan orang yang sedang menimbang profesi ini. Kita bahas pengertian, beda UI dan UX, tugas harian, skill, alat kerja, cara belajar, dan cara bekerja sama dengan designer supaya hasilnya sesuai harapan.

Apa itu UI/UX designer

Istilah user experience dipopulerkan oleh Don Norman. Dalam artikel klasik Nielsen Norman Group tahun 1998, Norman dan Jakob Nielsen mendefinisikan user experience sebagai seluruh aspek interaksi pengguna akhir dengan perusahaan, layanannya, dan produknya. Artinya, UX bukan hanya soal layar. Kecepatan balasan WhatsApp, kejelasan harga, dan mudahnya menemukan alamat kantor juga bagian dari pengalaman pengguna.

Tangkapan layar artikel The Definition of User Experience (UX) di situs NN/g: judul artikel, nama penulis Don Norman dan Jakob Nielsen dengan tanggal August 8, 1998, kotak Summary yang berbunyi User experience encompasses all aspects of the end-user's interaction with the company, its services, and its products, dan paragraf pembuka artikel
Definisi user experience dari Don Norman dan Jakob Nielsen, ditulis tahun 1998 dan masih menjadi rujukan sampai sekarang. Tangkapan layar: nngroup.com (tab baru), diambil 14 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Di artikel yang sama, keduanya menegaskan bahwa user experience perlu dibedakan dari user interface, walaupun UI jelas bagian penting dari desain. Di sinilah dua peran itu bertemu. UX menjawab "apa yang dibutuhkan pengguna dan dalam urutan apa", sedangkan UI menjawab "seperti apa tampilannya agar kebutuhan itu mudah dipenuhi". Penjelasan konsepnya lebih lengkap ada di artikel UI UX adalah. Artikel ini berfokus pada orangnya: apa yang dikerjakan seorang UI/UX designer.

Beda UI designer, UX designer, dan UI/UX designer

Di perusahaan teknologi besar, UI dan UX sering dipegang orang yang berbeda, bahkan dibagi lagi menjadi peneliti UX, penulis UX, dan designer sistem. Di tim kecil, agensi, dan proyek website usaha, satu orang biasanya memegang keduanya. Itulah yang disebut UI/UX designer.

Diagram tiga kartu: UX designer berfokus pada alur dan masalah lewat riset pengguna, arsitektur informasi, wireframe, dan uji kegunaan; UI designer berfokus pada tampilan dan komponen seperti warna, tipografi, ikon, tata letak, dan design system; UI/UX designer memegang keduanya, umum di tim kecil dan proyek website usaha
Ilustrasi konsep pembagian peran. Di proyek website usaha, ketiga kotak ini sering dikerjakan satu orang yang sama.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Perbandingan fokus UX designer, UI designer, dan UI/UX designer
AspekUX designerUI designerUI/UX designer
Pertanyaan utamaApa yang dibutuhkan pengguna?Seperti apa tampilannya?Keduanya, dari riset sampai tampilan akhir
Hasil kerjaPeta halaman, alur, wireframe, laporan ujiDesain halaman, komponen, panduan gayaWireframe sampai desain final dan prototipe
Alat ukur keberhasilanTugas pengguna selesai tanpa bingungTampilan konsisten, mudah dibaca, sesuai merekWebsite mudah dipakai dan meyakinkan
Paling sering ditemui diPerusahaan produk digital besarTim produk dan agensi kreatifAgensi kecil, startup, proyek website usaha

Tugas UI/UX designer dalam proyek website

Tugas designer paling mudah dipahami lewat urutan kerjanya. Urutan ini bisa lebih ringkas untuk landing page satu halaman dan lebih panjang untuk aplikasi website, tetapi tahapnya hampir selalu sama.

Diagram lima tahap alur kerja UI/UX designer: riset untuk mengenali pengguna, struktur berupa alur dan wireframe, desain tampilan dan prototipe yang ditandai hijau, uji kegunaan, lalu serah terima ke developer
Ilustrasi konsep lima tahap kerja designer. Tahap desain ditandai karena di situlah tampilan yang dilihat klien mulai terbentuk, padahal tiga keputusan penting sudah diambil sebelumnya.
  1. Riset. Designer mempelajari siapa pengunjung website, apa yang mereka cari, dan apa tujuan bisnis Anda. Sumbernya bisa wawancara singkat dengan pelanggan, data analitik website lama, pertanyaan yang sering masuk lewat WhatsApp, dan pengamatan situs pesaing.
  2. Struktur. Hasil riset diterjemahkan menjadi peta halaman dan alur, lalu kerangka halaman tanpa warna yang disebut wireframe. Contoh bentuknya ada di artikel contoh wireframe website.
  3. Desain tampilan. Wireframe yang disetujui diberi warna, tipografi, gambar, dan komponen. Biasanya juga dibuat prototipe yang bisa diklik supaya alurnya bisa dicoba sebelum dibangun.
  4. Uji kegunaan. Beberapa orang diminta mencoba prototipe untuk menyelesaikan tugas tertentu, misalnya "cari harga paket lalu hubungi admin". Designer mencatat di mana mereka ragu atau tersesat, lalu memperbaikinya.
  5. Serah terima. Desain final diserahkan ke web developer beserta ukuran, warna, perilaku tombol, dan versi layar ponsel. Designer yang baik tetap mendampingi sampai website jadi, karena selalu ada keputusan kecil yang muncul saat membangun.

Bagi pemilik usaha, urutan ini penting karena menentukan kapan masukan paling murah diberikan. Mengubah urutan menu di tahap wireframe hanya butuh beberapa menit. Mengubahnya setelah website dibangun bisa memakan hari kerja developer.

Skill yang dibutuhkan UI/UX designer

Skill designer terbagi dua: skill keras yang bisa dilihat di hasil kerja, dan skill lunak yang menentukan apakah hasil kerja itu benar benar dipakai.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Skill keras dan skill lunak UI/UX designer beserta contoh penerapannya di proyek website
SkillJenisContoh penerapan
Riset penggunaKerasMenyusun lima pertanyaan wawancara dan merangkum polanya
Arsitektur informasiKerasMenentukan isi menu dan urutan halaman layanan
Wireframe dan prototipeKerasMembuat kerangka halaman dan alur yang bisa diklik
Desain visualKerasMemilih tipografi, warna, jarak, dan hierarki teks
Dasar HTML, CSS, dan responsifKerasMerancang tata letak yang realistis untuk layar ponsel
AksesibilitasKerasMenjaga kontras warna dan ukuran tombol yang mudah disentuh
Komunikasi dan presentasiLunakMenjelaskan alasan setiap keputusan desain kepada klien
Menerima kritikLunakMemisahkan selera pribadi dari temuan uji kegunaan

Prinsip yang dipakai untuk menilai hasil desain dibahas di artikel desain website. Satu hal yang sering terlupa adalah kecepatan. Tampilan yang indah tetapi berat membuat pengunjung pergi sebelum halaman selesai dimuat, jadi designer perlu ikut memperhatikan ukuran gambar dan jumlah elemen. Cara mengukurnya ada di panduan cara cek kecepatan website.

Alat kerja UI/UX designer

Alat desain berubah cepat, tetapi kategorinya relatif tetap. Figma termasuk alat desain antarmuka yang banyak dipakai untuk desain sekaligus prototipe, dan program Google UX Design Certificate pun memakai Figma untuk materi desain resolusi tinggi. Alat lain dipakai untuk riset, lokakarya, dan analisis perilaku pengguna.

Tangkapan layar halaman harga Figma versi bahasa Indonesia: judul Pilih paket Anda, pilih seat Anda, deretan produk Figma Design, Figma Make, Figma Draw, Dev Mode, FigJam, Figma Slides, Figma Motion, Figma Sites, Figma Buzz, keterangan Harga dalam USD, lalu kolom paket Starter Gratis dengan akses terbatas gratis ke produk Figma, Professional dengan Lisensi Penuh US$16 per bulan, Organisasi US$55 per bulan, dan Enterprise US$90 per bulan
Halaman harga Figma saat dibuka dari Indonesia. Paket Starter gratis dengan akses terbatas, cukup untuk belajar dan proyek kecil, sedangkan harga paket berbayar ditampilkan dalam dolar AS. Tangkapan layar: figma.com (tab baru), diambil 14 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

Kategori alat kerja UI/UX designer dan kegunaannya
KategoriKegunaanContoh hasil
Desain antarmuka dan prototipeMembuat wireframe, desain final, dan prototipe klikBerkas desain semua halaman versi desktop dan ponsel
Papan tulis digitalLokakarya, pemetaan alur, kumpulan idePeta perjalanan pengguna dan daftar prioritas
Riset dan surveiMengumpulkan jawaban dan rekaman sesi ujiRingkasan temuan uji kegunaan
Analitik websiteMelihat halaman yang paling sering dikunjungi dan ditinggalkanDaftar halaman yang perlu diperbaiki
Dokumentasi desainMencatat warna, tipografi, dan komponenPanduan gaya atau design system sederhana

Untuk pemilik usaha, alat tidak terlalu penting. Yang penting adalah Anda bisa melihat dan memberi komentar pada desain sebelum dibangun. Hampir semua alat desain modern bisa dibagikan lewat tautan, jadi mintalah akses lihat dan komentar sejak tahap wireframe.

Cara belajar menjadi UI/UX designer

Profesi ini tidak mensyaratkan gelar tertentu. Banyak designer datang dari desain grafis, psikologi, arsitektur, bahkan pemasaran. Jalur belajar yang umum:

  1. Pahami dasar prinsip desain dan riset pengguna. Mulai dari tipografi, hierarki visual, dan cara mewawancarai pengguna tanpa menggiring jawaban.
  2. Kuasai satu alat desain. Paket gratis Figma cukup untuk latihan dan proyek pertama.
  3. Ikuti program terstruktur bila perlu. Salah satu yang dikenal luas adalah Google UX Design Certificate.
  4. Kerjakan proyek lengkap. Pilih masalah nyata, misalnya merancang ulang website usaha keluarga, lalu kerjakan dari riset sampai prototipe dan uji.
  5. Susun portofolio yang menunjukkan proses. Perekrut ingin melihat bagaimana Anda sampai pada keputusan, bukan hanya gambar akhirnya.
Tangkapan layar halaman Google UX Design Certificate di grow.google: navigasi Grow with Google, jejak halaman Grow with Google, Certificates, UX Design Certificate, pita pengumuman kursus baru, judul besar Google UX Design Certificate di latar gelap, paragraf pengantar tentang dasar desain UX, empati pada pengguna, wireframe, prototipe, dan riset, serta tombol Get started on Coursera
Halaman resmi Google UX Design Certificate. Programnya berjalan di Coursera dan menurut halaman Coursera bisa diikuti tanpa gelar atau pengalaman sebelumnya. Tangkapan layar: grow.google (tab baru), diambil 14 Oktober 2026 untuk keperluan ulasan.

Menurut halaman resminya, program Google ini mengajarkan persona, user story, peta perjalanan pengguna, uji kegunaan, wireframe dan prototipe, serta penyusunan portofolio. Halaman Coursera menuliskan estimasi waktu sekitar 6 bulan dengan 10 jam belajar per minggu, dan bisa diikuti tanpa gelar atau pengalaman. Sertifikat membantu sebagai kerangka belajar, tetapi yang menentukan saat melamar tetap portofolio.

Kapan usaha Anda butuh UI/UX designer khusus

Tidak semua proyek website butuh designer yang dikontrak terpisah. Untuk website company profile atau landing page, jasa pembuatan website yang baik sudah memasukkan tahap struktur, wireframe, dan desain di dalam prosesnya. Designer khusus mulai masuk akal ketika:

  • Anda membangun aplikasi web yang dipakai pelanggan atau karyawan setiap hari, misalnya sistem pemesanan atau portal anggota.
  • Toko online Anda sudah punya banyak produk dan Anda ingin menaikkan rasio pembelian lewat perbaikan alur.
  • Website lama punya trafik besar tetapi sedikit yang menghubungi, dan Anda ingin tahu penyebabnya lewat riset.
  • Anda sedang menyiapkan produk digital yang akan dijual, sehingga pengalaman pengguna menjadi bagian dari produk itu sendiri.

Kalau anggaran terbatas, prioritaskan riset singkat dan wireframe yang diuji ke beberapa pelanggan. Dua tahap ini paling banyak mencegah kesalahan mahal. Gambaran komponen biaya proyek website secara umum ada di artikel biaya bikin website.

Cara bekerja sama dengan UI/UX designer

Hasil desain sangat dipengaruhi kualitas bahan dan masukan dari pemilik usaha. Siapkan hal berikut sebelum proyek dimulai:

  1. Tujuan yang bisa diukur. Contohnya "menambah pesan WhatsApp dari halaman layanan", bukan "website terlihat modern".
  2. Gambaran pelanggan utama. Siapa mereka, dari mana mereka datang, dan apa yang membuat mereka ragu.
  3. Pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan. Ini bahan berharga untuk struktur halaman dan bagian tanya jawab.
  4. Contoh website yang Anda suka beserta alasannya. "Suka karena harganya langsung terlihat" lebih berguna daripada "suka karena keren".
  5. Materi merek. Logo, warna, dan foto asli usaha bila ada.
  6. Satu pengambil keputusan. Revisi yang datang dari banyak orang dengan pendapat berbeda adalah penyebab paling umum proyek molor.

Saat memberi masukan, jelaskan masalahnya, bukan solusinya. "Pelanggan saya kebanyakan orang tua dan tulisannya terlalu kecil" lebih mudah ditindaklanjuti daripada "ganti huruf jadi 18 piksel". Designer bisa menemukan beberapa cara menyelesaikan masalah yang sama, dan sebagian mungkin lebih baik dari yang Anda bayangkan.

Cara menilai portofolio UI/UX designer sebelum menyewa

Portofolio adalah bukti kerja paling penting dari seorang designer. Sayangnya, banyak portofolio hanya berisi gambar akhir yang indah tanpa penjelasan. Saat menilai, cari tanda tanda berikut:

  • Ada cerita masalahnya. Proyek yang baik dijelaskan dari masalah awal, siapa penggunanya, dan apa yang ingin dicapai.
  • Ada proses, bukan hanya hasil. Wireframe, catatan riset, atau versi awal yang kemudian diubah menunjukkan cara designer berpikir.
  • Ada alasan di balik keputusan. Misalnya kenapa tombol kontak diletakkan di posisi tertentu, atau kenapa satu halaman dipecah menjadi dua.
  • Ada versi ponsel. Website usaha banyak dibuka dari ponsel, jadi portofolio yang hanya menampilkan versi laptop patut ditanyakan.
  • Ada hasil yang bisa dicek. Website yang sudah tayang bisa Anda buka sendiri untuk merasakan alurnya.

Saat wawancara, minta designer menjelaskan satu proyek dari awal sampai akhir dalam sepuluh menit. Penjelasan yang runtut biasanya mencerminkan cara kerja yang runtut juga.

Kesalahan umum saat merancang website tanpa proses UI/UX

Dari website usaha yang kami tinjau, kesalahan berikut paling sering muncul ketika tahap UI/UX dilewati:

  • Menu disusun menurut struktur perusahaan, bukan kebutuhan pengunjung. Pengunjung mencari "harga" dan "layanan", bukan "divisi" atau "visi misi".
  • Tombol kontak tersembunyi. Pengunjung yang sudah yakin tidak menemukan cara menghubungi.
  • Desain hanya diperiksa di layar laptop. Padahal banyak pengunjung datang dari ponsel.
  • Terlalu banyak animasi dan gambar besar. Tampilan memukau di presentasi, tetapi lambat saat dibuka dengan koneksi biasa.
  • Tidak pernah diuji ke orang luar. Pemilik dan tim sudah hafal isinya, sehingga tidak merasakan bagian yang membingungkan.

Semua kesalahan ini bisa dicegah dengan wireframe dan uji sederhana sebelum website dibangun. Kalau Anda sedang menyiapkan website baru, panduan langkah demi langkah ada di artikel cara bikin website.

Kesimpulan

UI/UX designer adalah orang yang memastikan website atau aplikasi mudah dipakai dan meyakinkan. Ia bekerja dari riset, struktur, desain tampilan, uji kegunaan, sampai serah terima ke developer. Bagi yang ingin menekuni profesi ini, kuasai dasar riset dan satu alat desain, lalu bangun portofolio yang menunjukkan proses. Bagi pemilik usaha, yang terpenting adalah memastikan tahap struktur dan wireframe tidak dilewati, memberi tujuan yang jelas, dan menunjuk satu pengambil keputusan. Dengan begitu, desain yang dihasilkan tidak hanya enak dilihat, tetapi juga membantu pengunjung menjadi pelanggan.

Sumber

Ditulis dan diperiksa oleh tim studio

Studio pembuatan website di Yogyakarta. Cara kami menulis: setiap klaim faktual disertai sumber yang bisa Anda buka sendiri, harga yang dikutip dicatat bersama tanggal pengecekannya, dan artikel diperiksa ulang bila sumbernya berubah.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk

Apa itu UI/UX designer?

UI/UX designer adalah perancang yang mengatur dua hal sekaligus: alur penggunaan (UX, user experience) dan tampilan antarmuka (UI, user interface) sebuah website atau aplikasi. Ia memastikan pengguna bisa mencapai tujuannya dengan mudah, lalu menerjemahkan alur itu menjadi tampilan yang jelas dan konsisten.

Apa bedanya UI designer dan UX designer?

UX designer berfokus pada masalah dan alur: riset pengguna, struktur informasi, wireframe, dan uji kegunaan. UI designer berfokus pada tampilan: warna, tipografi, ikon, tata letak, dan komponen. Di tim kecil dan proyek website usaha, kedua peran ini sering dipegang satu orang yang disebut UI/UX designer.

Apa saja tugas UI/UX designer dalam proyek website?

Tugas utamanya adalah memahami pengguna dan tujuan bisnis, menyusun peta halaman dan wireframe, merancang tampilan dan prototipe, menguji rancangan dengan calon pengguna, lalu menyerahkan desain beserta spesifikasinya kepada developer dan mendampingi sampai website jadi.

Software apa yang dipakai UI/UX designer?

Salah satu alat yang banyak dipakai adalah Figma untuk desain antarmuka dan prototipe, ditambah alat papan tulis digital untuk lokakarya, alat survei atau rekaman sesi untuk riset, serta alat analitik untuk melihat perilaku pengguna di website yang sudah berjalan. Figma punya paket Starter gratis dengan akses terbatas.

Apakah UI/UX designer harus bisa coding?

Tidak wajib, tetapi sangat membantu. Designer yang paham dasar HTML dan CSS biasanya membuat rancangan yang lebih mudah dibangun dan lebih lancar berdiskusi dengan developer. Yang wajib adalah memahami batasan teknis, misalnya ukuran layar, kecepatan muat, dan aksesibilitas.

Bagaimana cara belajar menjadi UI/UX designer dari nol?

Mulai dari dasar prinsip desain dan riset pengguna, kuasai satu alat desain seperti Figma, lalu kerjakan beberapa proyek nyata atau proyek latihan yang lengkap dari riset sampai prototipe. Program terstruktur seperti Google UX Design Certificate di Coursera bisa diikuti tanpa pengalaman sebelumnya. Hasil akhirnya adalah portofolio yang menunjukkan proses, bukan hanya gambar akhir.

Apakah usaha kecil perlu menyewa UI/UX designer khusus?

Untuk website company profile atau landing page sederhana, biasanya tidak perlu peran terpisah. Jasa pembuatan website yang baik sudah memasukkan tahap struktur, wireframe, dan desain di dalam prosesnya. Designer khusus lebih dibutuhkan untuk aplikasi web, toko online besar, atau produk digital yang dipakai pelanggan setiap hari.

Apa yang perlu disiapkan pemilik usaha sebelum bekerja dengan UI/UX designer?

Siapkan tujuan website yang bisa diukur, gambaran pelanggan utama, daftar pertanyaan yang paling sering mereka ajukan, contoh website yang Anda suka beserta alasannya, materi merek seperti logo dan warna, serta satu orang yang berwenang memberi keputusan revisi.

Langkah berikutnya

Kerjakan sendiri dulu, daftar periksanya kami buka

Artikel ini ditulis untuk dipakai, bukan untuk menggiring Anda memesan. Pakai daftar periksa 10 poin yang kami centang sebelum serah terima untuk menguji hasil Anda. Kalau ada satu langkah yang mandek, tanyakan lewat WhatsApp tanpa kewajiban lanjut. Kalau suatu saat hitungan waktunya tidak masuk, harga dan total tiga tahun kami terbuka tanpa perlu chat lebih dulu.

  • Domain dan akun atas nama Anda
  • Harga final sampai tahun ketiga
  • Tanggal tayang mengikat
  • Lembar Cakupan dikirim sebelum Anda bayar
Chat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru) Lihat harga