Protokol yang digunakan untuk mengakses halaman web adalah HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Versi amannya, HTTPS, adalah HTTP yang dienkripsi dengan TLS, dan saat ini menjadi standar untuk hampir semua website. Setiap kali Anda mengetik alamat seperti https://contoh.com, browser memakai HTTPS untuk meminta halaman ke server, lalu server mengirim halaman itu kembali.
Kalau Anda sedang mengerjakan soal, jawabannya cukup HTTP atau HTTPS. Tetapi kalau Anda pemilik usaha atau sedang belajar membuat website, memahami cara kerja protokol ini akan membantu banyak hal: membaca pesan kesalahan seperti 404, memahami kenapa browser menampilkan peringatan tidak aman, dan memastikan website Anda dipercaya pengunjung. Artikel ini menjelaskan semuanya dengan bahasa sederhana. Dasar tentang website sendiri ada di website adalah.
Apa itu protokol dalam jaringan
Protokol adalah kumpulan aturan yang disepakati agar dua perangkat bisa berkomunikasi. Bayangkan dua orang yang berbeda bahasa: mereka butuh bahasa bersama dan tata cara bertanya serta menjawab. Di internet, protokol mengatur format pesan, urutan pengiriman, dan cara menangani kesalahan.
Satu halaman web sebenarnya melibatkan beberapa protokol yang bekerja berlapis. Masing masing punya tugas sendiri:
- HTTP mengatur percakapan antara browser dan web server: apa yang diminta dan apa yang dikirim.
- TLS mengenkripsi percakapan HTTP sehingga menjadi HTTPS.
- TCP, atau QUIC pada HTTP/3, memastikan data sampai utuh dan berurutan.
- IP mengantar paket data ke alamat tujuan.
- DNS menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP sebelum semua itu dimulai.
Dari semua lapisan itu, protokol yang secara khusus dipakai untuk mengakses halaman web adalah HTTP. Lapisan lain adalah jalan dan kendaraannya, sedangkan HTTP adalah isi percakapannya.
Pengertian HTTP
Dokumentasi MDN dari Mozilla mendefinisikan HTTP sebagai protokol untuk mengambil sumber daya seperti dokumen HTML. HTTP adalah fondasi pertukaran data di web dan bekerja dengan model klien dan server: permintaan dimulai oleh penerima, biasanya browser. Satu halaman lengkap dibangun dari banyak sumber daya, misalnya teks, instruksi tata letak, gambar, video, dan skrip, yang masing masing diminta lewat HTTP.
Aturan resmi HTTP saat ini dibakukan oleh IETF dalam beberapa dokumen RFC. RFC 9110, yang terbit Juni 2022, menjelaskan makna dasar HTTP seperti metode, kode status, dan header. Dokumen yang sama menyebut port TCP 80 sebagai port bawaan untuk alamat http, dan port TCP 443 sebagai port bawaan untuk HTTP di atas TLS, yaitu https.
Letak protokol di alamat web (URL)
Protokol selalu muncul di bagian paling depan alamat web. Ambil contoh alamat https://contoh.com/layanan/. Alamat itu terdiri dari beberapa bagian dengan tugas masing masing.
- https:// adalah skema atau protokol. Bagian ini memberi tahu browser cara berbicara dengan server, yaitu HTTP yang dienkripsi.
- contoh.com adalah nama domain, alamat yang mudah diingat manusia. DNS menerjemahkannya menjadi alamat IP server.
- /layanan/ adalah path, yaitu halaman atau berkas tertentu di dalam website.
Kadang alamat juga memuat nomor port, misalnya :8080 setelah nama domain. Kalau port tidak ditulis, browser memakai port bawaan: 80 untuk http dan 443 untuk https, sesuai RFC 9110. Itulah sebabnya Anda hampir tidak pernah melihat nomor port di alamat website biasa.
Di browser modern, bagian https:// sering disembunyikan dari tampilan alamat agar terlihat ringkas. Protokolnya tetap ada. Anda bisa melihatnya dengan mengeklik kolom alamat atau menyalin alamat lalu menempelkannya di catatan. Untuk website usaha, kebiasaan kecil yang berguna adalah selalu membagikan alamat lengkap dengan https:// di kartu nama, brosur, dan media sosial, agar pengunjung langsung masuk ke versi aman.
Cara kerja HTTP: permintaan dan respons
HTTP bekerja seperti tanya jawab. Browser mengirim permintaan (request), server membalas dengan respons (response). Urutan lengkapnya saat Anda membuka sebuah alamat web kira kira seperti ini:
- Anda mengetik alamat, misalnya https://contoh.com/layanan. Browser membaca protokolnya (https), nama domainnya, dan halaman yang diminta.
- Browser mencari alamat IP lewat DNS. Penjelasan tentang domain ada di domain artinya.
- Browser membuka koneksi ke server, lalu untuk HTTPS menjalankan proses TLS agar koneksi terenkripsi.
- Browser mengirim permintaan HTTP, misalnya metode GET untuk meminta halaman /layanan.
- Server mengirim respons berisi kode status, misalnya 200 OK, dan isi halaman berupa HTML.
- Browser membaca HTML, lalu mengirim permintaan berikutnya untuk gambar, CSS, dan skrip yang dibutuhkan.
Server yang menerima dan menjawab permintaan ini disebut web server. Cara kerjanya dibahas lebih dalam di web server adalah.
Metode HTTP yang paling sering ditemui
Setiap permintaan HTTP membawa metode yang menunjukkan maksudnya. Dua yang paling umum adalah GET, untuk meminta data seperti halaman atau gambar, dan POST, untuk mengirim data, misalnya saat Anda mengisi formulir kontak. Ada juga metode lain seperti PUT dan DELETE yang banyak dipakai aplikasi, termasuk pada web service.
Kode status HTTP
Setiap respons dari server membawa kode status tiga digit. Menurut dokumentasi MDN, kode status dikelompokkan menjadi lima kelas berdasarkan digit pertamanya.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Kelompok | Arti | Contoh yang sering ditemui |
|---|---|---|
| 1xx | Respons informasi | Jarang terlihat oleh pengguna biasa |
| 2xx | Berhasil | 200 OK, permintaan berhasil |
| 3xx | Pengalihan | 301, halaman pindah alamat secara permanen |
| 4xx | Kesalahan dari sisi klien | 404, halaman tidak ditemukan |
| 5xx | Kesalahan dari sisi server | 500, server gagal memproses permintaan |
Bagi pemilik website, kode status penting untuk dipantau. Halaman yang sering membalas 404 membuat pengunjung kecewa, dan pengalihan 301 yang benar diperlukan saat Anda memindahkan halaman atau domain. Di WordPress, pengalihan sering diatur lewat berkas .htaccess atau plugin.
HTTPS dan TLS: kenapa ada gembok di browser
HTTP versi awal mengirim data tanpa enkripsi. Artinya, siapa pun yang berada di jalur antara pengunjung dan server, misalnya di jaringan Wi-Fi publik, berpotensi melihat atau mengubah isinya. HTTPS menutup celah itu dengan membungkus HTTP dalam koneksi TLS yang terenkripsi.
Untuk memakai HTTPS, website membutuhkan sertifikat TLS. Sertifikat ini membuktikan bahwa browser memang terhubung ke situs yang benar. Saat ini sertifikat bisa didapat gratis, misalnya dari Let's Encrypt, otoritas sertifikat yang menyediakan sertifikat TLS gratis dan otomatis. Banyak penyedia hosting sudah memasangnya otomatis.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Aspek | HTTP | HTTPS |
|---|---|---|
| Kepanjangan | Hypertext Transfer Protocol | Hypertext Transfer Protocol Secure |
| Enkripsi | Tidak ada | Ya, lewat TLS |
| Port bawaan | 80 | 443 |
| Sertifikat | Tidak perlu | Perlu sertifikat TLS, tersedia gratis |
| Tampilan di Chrome | Ditandai Not secure | Tanpa peringatan bila sertifikat valid |
| Cocok untuk website usaha | Tidak disarankan | Standar minimum |
Halaman bantuan Chrome menjelaskan bahwa situs yang tidak memakai koneksi privat ditandai Info atau Not secure, karena orang lain mungkin bisa melihat dan mengubah informasi yang dikirim lewat situs itu. Untuk website usaha yang punya formulir kontak atau halaman login, peringatan ini jelas merusak kepercayaan.
Versi HTTP: dari HTTP/1.1 sampai HTTP/3
HTTP terus diperbarui agar pengiriman data lebih efisien. Yang berubah adalah cara data dikemas dan dikirim, sedangkan makna dasarnya, seperti metode GET dan kode 404, tetap sama.
- HTTP/1.1 adalah versi yang lama menjadi tulang punggung web. Aturan pesannya kini dibakukan dalam RFC 9112.
- HTTP/2, dibakukan dalam RFC 9113 (Juni 2022), memungkinkan banyak permintaan berjalan bersamaan dalam satu koneksi.
- HTTP/3, dibakukan dalam RFC 9114 (Juni 2022), berjalan di atas QUIC. Menurut abstrak RFC tersebut, QUIC punya fitur yang diinginkan untuk HTTP, seperti multiplexing aliran data dan kontrol aliran per aliran.
Bagi pemilik usaha, Anda tidak perlu memilih versi secara manual. Server, CDN, dan browser modern menegosiasikannya sendiri. Yang terasa adalah hasilnya: halaman yang lebih cepat dimuat, terutama di jaringan seluler. Cara mengecek kecepatan website ada di cara cek kecepatan website.
Protokol lain yang sering tertukar
Dalam soal pilihan ganda, HTTP sering disandingkan dengan protokol lain yang juga dipakai di internet. Tabel berikut membantu membedakannya.
Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.
| Protokol | Kepanjangan | Fungsi utama | Untuk mengakses halaman web? |
|---|---|---|---|
| HTTP / HTTPS | Hypertext Transfer Protocol (Secure) | Meminta dan mengirim halaman serta sumber daya web | Ya |
| DNS | Domain Name System | Menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP | Membantu, tetapi bukan pengirim halaman |
| TCP / IP | Transmission Control Protocol / Internet Protocol | Mengantar dan menjaga keutuhan data di jaringan | Jalur dasar, bukan protokol halaman |
| FTP | File Transfer Protocol | Memindahkan berkas antara komputer dan server | Tidak |
| SMTP | Simple Mail Transfer Protocol | Mengirim email | Tidak |
Format jawaban untuk soal sekolah
Kalau soal berbunyi "protokol yang digunakan untuk mengakses halaman web adalah...", pilih HTTP atau HTTPS. Kalau soal menanyakan "protokol yang digunakan untuk browsing web", jawabannya juga HTTP atau HTTPS. Untuk soal tentang mengirim email, pilih SMTP. Untuk mengunggah berkas ke server, pilih FTP. Untuk menerjemahkan nama domain, pilih DNS.
Kenapa HTTPS wajib untuk website usaha
Ada tiga alasan praktis kenapa setiap website usaha sebaiknya hanya bisa diakses lewat HTTPS.
- Kepercayaan pengunjung. Label Not secure di sebelah alamat web membuat calon pelanggan ragu mengisi formulir atau menghubungi Anda.
- Keamanan data. Nama, nomor telepon, dan pesan yang dikirim lewat formulir terenkripsi di perjalanan.
- Sinyal di Google. Google mengumumkan pada Agustus 2014 bahwa HTTPS dipakai sebagai sinyal peringkat yang sangat ringan, dan dokumentasi pengalaman halaman di Search Central menyarankan pemilik situs memeriksa apakah halamannya disajikan lewat HTTPS. Pengaruhnya kecil, tetapi tidak ada alasan untuk melewatkannya.
HTTPS juga menjadi bagian dari pemeriksaan teknis dasar sebelum website diserahkan, seperti yang kami rangkum di checklist website siap SEO.
Cara memastikan website Anda memakai HTTPS
Anda bisa memeriksanya sendiri dalam beberapa menit:
- Buka website Anda di browser dan lihat alamatnya. Pastikan diawali https:// dan tidak ada peringatan di sebelah kiri alamat.
- Coba buka versi http:// dari alamat yang sama. Website yang benar akan langsung mengalihkan ke https://.
- Periksa halaman penting seperti formulir kontak, halaman harga, dan halaman checkout bila ada.
- Cek masa berlaku sertifikat. Sertifikat gratis biasanya diperpanjang otomatis oleh hosting, tetapi pastikan proses itu berjalan.
- Tanyakan ke penyedia hosting atau developer bila ada peringatan. Pengaturan HTTPS biasanya ada di panel hosting, dan detailnya dibahas di apa itu hosting dan domain.
Kalau website Anda dibangun dengan WordPress, pastikan juga alamat situs di pengaturan WordPress sudah memakai https://, agar gambar dan tautan internal tidak memicu peringatan konten campuran. Pengantar WordPress ada di WordPress adalah.
Kesimpulan
Protokol yang digunakan untuk mengakses halaman web adalah HTTP, dan versi amannya HTTPS. HTTP mengatur tanya jawab antara browser dan server lewat metode seperti GET dan POST serta kode status seperti 200, 301, 404, dan 500. HTTPS menambahkan enkripsi TLS dengan port bawaan 443, sementara HTTP memakai port 80. Versi HTTP/2 dan HTTP/3 membuat pengiriman data lebih efisien tanpa mengubah dasar cara kerjanya.
Untuk website usaha, HTTPS bukan pilihan tambahan, melainkan standar minimum. Kalau Anda sedang merencanakan website baru, panduan cara bikin website bisa menjadi langkah berikutnya.
Sumber
- Overview of HTTP, MDN Web Docs (tab baru)
- HTTP response status codes, MDN Web Docs (tab baru)
- RFC 9110: HTTP Semantics (tab baru)
- RFC 9113: HTTP/2 (tab baru)
- RFC 9114: HTTP/3 (tab baru)
- HTTPS as a ranking signal, Google Search Central Blog (tab baru)
- Understanding page experience in Google Search results (tab baru)
- Check if a site's connection is secure, Google Chrome Help (tab baru)
- Let's Encrypt (tab baru)



