Lewati ke konten

Panduan

Cara membuat Google Sites: langkah lengkap dari template sampai domain sendiri

Cara membuat Google Sites langkah demi langkah: memilih template, menyusun halaman, publikasi, memasang domain sendiri, Analytics, dan kapan harus pindah.

6 Oktober 2026 Tim Jasa Pembuatan Website Indonesia 11 menit baca
Ilustrasi vektor datar: jendela browser berisi halaman website yang sedang disusun dari blok tata letak di panel samping, dengan ponsel kecil menampilkan halaman yang sama

Cara membuat Google Sites cukup singkat: buka sites.google.com di komputer, pilih template atau halaman kosong, beri nama situs, susun isinya dengan blok seret dan lepas, lalu klik Publikasikan dan tentukan alamatnya. Situs gratis Anda langsung bisa dibuka siapa saja. Yang sering tidak dijelaskan adalah langkah sesudahnya: memasang domain sendiri, mengukur pengunjung, menjaga agar situs ditemukan di Google, dan mengenali kapan Google Sites sudah tidak cukup.

Panduan ini membahas semuanya berdasarkan pusat bantuan resmi Google Sites, dicek Oktober 2026. Kalau Anda masih menimbang cara membangun website secara umum, perbandingan semua jalurnya ada di cara bikin website. Artikel ini khusus untuk Anda yang sudah memilih Google Sites, atau ingin mencobanya sebelum memutuskan.

Apa itu Google Sites dan siapa yang cocok memakainya

Google Sites adalah alat pembuat halaman web yang termasuk dalam rangkaian aplikasi Google Docs Editors, satu keluarga dengan Google Docs, Sheets, Slides, dan Forms. Menurut Wikipedia, layanan ini pertama kali diluncurkan pada 28 Februari 2008 dari teknologi JotSpot yang dibeli Google pada 2006. Versi yang dipakai sekarang adalah desain ulang yang diperkenalkan pada 2016, dan pengguna versi lama diwajibkan pindah ke versi baru pada 2021.

Ciri utamanya ada tiga. Pertama, gratis dengan akun Google, tanpa perlu menyewa hosting. Kedua, cara kerjanya mirip menyusun slide: Anda menaruh blok teks, gambar, tombol, dan sematan dokumen Google ke kanvas. Ketiga, situs berjalan di infrastruktur Google, jadi Anda tidak perlu memikirkan server, pembaruan keamanan, atau cadangan. Kalau istilah hosting dan server masih asing, penjelasannya ada di apa itu hosting dan domain.

Karena itu Google Sites paling cocok untuk kebutuhan yang isinya sederhana dan jarang berubah: halaman acara atau seminar, profil singkat komunitas, portofolio pribadi, halaman tugas sekolah, atau situs internal tim yang menyematkan dokumen Drive. Untuk usaha yang mengandalkan website sebagai saluran penjualan, Google Sites lebih tepat dianggap prototipe atau situs sementara. Alasannya kami bahas di bagian batasan di bawah.

Persiapan sebelum mulai membuat Google Sites

Membuat situs di Google Sites hanya butuh beberapa menit, tetapi situs yang rapi butuh bahan yang disiapkan lebih dulu. Siapkan lima hal ini sebelum membuka editor, supaya Anda tidak bolak balik mencari foto dan teks di tengah jalan.

  • Akun Google. Akun pribadi cukup. Pusat bantuan Google mencatat bahwa akun yang dikelola orang tua tidak bisa membuat Google Sites. Untuk akun kantor atau sekolah, sebagian fitur seperti domain khusus diatur oleh admin.
  • Komputer dengan browser. Langkah membuat dan memublikasikan situs di pusat bantuan semuanya dimulai dari komputer.
  • Daftar halaman. Tulis di kertas halaman apa saja yang dibutuhkan, misalnya Beranda, Tentang, Layanan, dan Kontak. Satu topik satu halaman.
  • Teks utama. Paragraf pembuka, deskripsi layanan atau acara, alamat, jam buka, dan nomor kontak. Tulis di dokumen terpisah agar mudah diperiksa.
  • Gambar. Logo, foto produk atau tempat, dan gambar sampul. Pastikan Anda berhak memakainya.

Kalau Anda belum yakin halaman apa saja yang perlu ada, buat sketsa kasar dulu. Cara menyusun kerangka halaman sebelum desain kami bahas di contoh wireframe website. Sketsa sederhana di kertas sudah cukup untuk Google Sites.

Langkah 1 sampai 3: membuat situs, memilih template, dan memberi nama

Langkah awal menurut pusat bantuan Google Sites adalah sebagai berikut.

  1. Di komputer, buka sites.google.com dan masuk dengan akun Google.
  2. Di bagian atas, pada "Mulai situs baru", pilih template atau halaman kosong. Galeri template lengkap ada di tombol Galeri Template di kanan atas.
  3. Di kiri atas, klik Masukkan nama situs, ketik nama situs, lalu tekan Enter. Nama ini muncul di tab browser dan bagian atas situs.

Template menghemat waktu karena sudah berisi susunan halaman dan gaya huruf. Pilih yang paling dekat dengan tujuan Anda, lalu ganti isinya. Jangan terpaku pada foto contoh di template; foto itu akan terlihat generik bila tidak diganti dengan foto Anda sendiri.

Satu hal yang sering terlewat: nama situs berbeda dengan alamat web. Nama situs bisa diubah kapan saja, sedangkan alamat web ditentukan saat publikasi dan akan dibagikan ke orang lain. Pikirkan alamatnya dari awal, karena mengganti alamat setelah dibagikan membuat tautan lama tidak lagi mengarah ke situs Anda.

Diagram alur tujuh langkah membuat Google Sites: buka sites.google.com, pilih template, beri nama, susun halaman, atur tema, publikasikan, lalu pasang domain dan Analytics
Tujuh langkah membuat Google Sites dari awal sampai situs bisa diukur. Langkah satu sampai enam cukup untuk situs gratis; langkah ketujuh dibutuhkan bila situs dipakai untuk usaha.

Langkah 4 dan 5: menyusun halaman, menu, dan tampilan

Editor Google Sites punya panel di sisi kanan dengan tiga tab utama: Sisipkan untuk menambah blok, Halaman untuk mengatur daftar halaman, dan Tema untuk warna dan huruf. Semua perubahan tersimpan otomatis sebagai draf sampai Anda memublikasikannya.

Mulailah dari tab Halaman. Tambahkan halaman sesuai daftar yang sudah Anda siapkan. Halaman yang dibuat di sini otomatis masuk ke menu navigasi situs, jadi urutan di panel sama dengan urutan di menu. Gunakan nama halaman yang pendek dan jelas, misalnya "Layanan" alih alih "Apa saja yang bisa kami bantu untuk Anda".

Lalu isi tiap halaman dari tab Sisipkan. Blok yang tersedia antara lain kotak teks, gambar, tombol, pembatas, dan tata letak siap pakai yang menggabungkan gambar dan teks. Kekuatan khas Google Sites adalah sematan dari layanan Google lain: Anda bisa menyisipkan Google Maps untuk lokasi, Google Forms untuk pendaftaran, kalender, video YouTube, serta dokumen, spreadsheet, atau slide dari Drive. Untuk halaman acara, satu Google Forms yang disematkan sering sudah cukup sebagai formulir pendaftaran.

Terakhir, buka tab Tema dan pilih tema serta warna yang sesuai identitas Anda. Pilihan temanya terbatas, dan itu justru membantu menjaga tampilan tetap rapi. Prinsip menyusun tampilan yang mudah dibaca, seperti kontras teks dan satu tombol utama per layar, berlaku juga di sini; ringkasannya ada di desain website. Sebelum lanjut, klik ikon Pratinjau di bagian atas untuk melihat situs dalam ukuran ponsel, tablet, dan komputer.

Langkah 6: memublikasikan situs dan mengatur siapa yang bisa melihat

Setelah isi siap, langkah publikasi menurut pusat bantuan Google adalah:

  1. Klik Pratinjau di bagian atas untuk memeriksa tampilan sekali lagi.
  2. Klik Publikasikan di kanan atas.
  3. Masukkan alamat web untuk situs Anda. Istilah yang melanggar Kebijakan Penggunaan yang Dapat Diterima tidak akan diizinkan.
  4. Klik Publikasikan sekali lagi, lalu buka alamatnya untuk memastikan situs tampil benar.

Situs gratis tersaji di bawah alamat sites.google.com. Bila alamat yang Anda inginkan pernah dipakai untuk situs lain milik Anda, alamat itu harus dilepas dulu dari situs lama sebelum bisa dipakai lagi. Mengubah alamat situs yang sudah terbit dilakukan lewat tanda panah di samping tombol Publikasikan, lalu Setelan publikasi.

Atur juga siapa yang boleh melihat. Untuk situs publik, pilih agar situs dapat dilihat siapa saja di web. Untuk situs internal, batasi ke orang atau grup tertentu. Ada pula opsi meminta mesin pencari tidak menampilkan situs. Pusat bantuan menegaskan opsi ini hanya permintaan dan tidak menjamin situs tidak muncul, jadi jangan menaruh informasi rahasia di situs yang dibuka untuk publik.

Ingat, setiap perubahan setelah publikasi masih berupa draf sampai Anda mengklik Publikasikan lagi. Banyak orang mengira situsnya sudah berubah padahal pengunjung masih melihat versi lama.

Langkah 7: memasang domain sendiri dan Google Analytics

Alamat sites.google.com sulit diingat dan kurang meyakinkan untuk usaha. Google Sites memungkinkan pemilik situs menghubungkan domain sendiri, misalnya www.namausaha.com. Menurut pusat bantuan, hanya pemilik situs yang bisa melakukannya, dan langkahnya:

  1. Buka Setelan, lalu Domain khusus, lalu Mulai penyiapan.
  2. Masukkan domain Anda. Bila diminta memverifikasi kepemilikan, buka Google Search Console, tambahkan properti jenis Domain, salin data TXT yang diberikan, tempelkan di pengaturan DNS domain Anda, lalu klik Verifikasi.
  3. Ikuti petunjuk di layar untuk menghubungkan domain di registrar Anda. Petunjuk ini berbeda untuk tiap registrar. Bila muncul pesan DNS tidak valid, biasanya data CNAME belum ditambahkan.

Satu situs bisa dihubungkan ke maksimal lima domain khusus, dan perubahan bisa butuh sampai 48 jam untuk terlihat di internet. Situs juga harus dibagikan untuk publik; bila tidak, pengunjung domain Anda akan dialihkan ke alamat sites.google.com. Ada beberapa catatan teknis: sematan Google Groups tidak tampil benar di domain khusus, dan sebagian huruf yang hanya berlisensi untuk domain Google tidak tersedia. Kalau Anda belum punya domain, pahami dulu bagian bagiannya di domain artinya.

Ilustrasi alur memasang domain sendiri di Google Sites: domain di registrar, verifikasi TXT di Search Console, data CNAME di DNS, lalu situs Google Sites tersaji di domain sendiri
Urutan memasang domain sendiri: verifikasi kepemilikan lewat data TXT di Search Console, tambahkan data CNAME di registrar, lalu tunggu perubahan DNS menyebar sampai 48 jam.

Untuk mengukur pengunjung, buat properti Google Analytics, salin ID propertinya, lalu di Google Sites buka Setelan, pilih Analytics, dan masukkan ID tersebut. Data butuh waktu sampai 24 jam untuk muncul. Pusat bantuan juga mengingatkan bahwa mengganti nama halaman atau jalurnya membuat URL baru, sehingga data per halaman bisa terputus. Tetapkan nama halaman sebelum mulai mengukur.

Batasan Google Sites yang perlu Anda ketahui

Google Sites sengaja dibuat sederhana. Kesederhanaan itu keunggulan untuk situs kecil, tetapi menjadi batas begitu website diharapkan mendatangkan pelanggan. Tabel berikut merangkum perbandingannya dengan website yang dibangun di hosting sendiri, misalnya dengan WordPress atau kode khusus.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

AspekGoogle SitesWebsite di hosting sendiri
Biaya awalGratis dengan akun GoogleDomain, hosting, dan biaya pembuatan
Kebebasan desainTerbatas pada tema dan blok yang tersediaBebas, sesuai tema atau desain khusus
Blog dan artikelTidak ada sistem artikel dengan kategori dan arsipTersedia, misalnya di WordPress
Toko online dan pembayaranTidak tersedia bawaanBisa dipasang sesuai kebutuhan
Kontrol SEO teknisTerbatas, misalnya data terstruktur dan pengalihan tidak diatur sendiriPenuh, termasuk data terstruktur, pengalihan, dan peta situs
Perawatan teknisDiurus GooglePerlu pembaruan, cadangan, dan pemantauan
Pindah platformIsi harus disusun ulang di platform baruBisa dipindah antarhosting

Dari tabel itu terlihat pola umumnya: Google Sites menukar kebebasan dengan kemudahan. Untuk situs acara yang hidup tiga bulan, pertukaran itu sangat masuk akal. Untuk website usaha yang akan dikembangkan bertahun tahun, batasan desain, SEO, dan ketiadaan toko online biasanya terasa dalam beberapa bulan. Perbandingan lebih rinci antara WordPress dan pendekatan lain ada di WordPress atau website custom, dan pengantar WordPress sendiri ada di WordPress adalah.

Catatan lain yang jarang dibahas: Wikipedia mencatat Google Sites pernah disorot karena dipakai penipu membuat situs palsu yang tampak resmi, karena alamatnya membawa nama Google. Bagi pengunjung yang waspada, situs usaha di alamat sites.google.com bisa terlihat kurang meyakinkan. Domain sendiri membantu mengatasi kesan ini.

Supaya Google Sites Anda ditemukan di pencarian

Situs publik di Google Sites bisa muncul di hasil pencarian Google, tetapi tidak otomatis berperingkat. Prinsipnya sama dengan website lain: halaman harus menjawab apa yang dicari orang, dan Google harus bisa menemukannya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan di Google Sites:

  • Satu halaman satu topik. Jangan menumpuk semua informasi di beranda. Halaman Layanan yang menjelaskan layanan Anda dengan kata kata yang dipakai pelanggan lebih mudah ditemukan.
  • Nama halaman yang deskriptif. Nama halaman ikut membentuk alamat dan judul halaman.
  • Teks alternatif gambar. Isi deskripsi gambar agar pembaca layar dan mesin pencari memahami isinya.
  • Daftarkan ke Search Console. Bila memakai domain sendiri, properti Search Console yang dipakai untuk verifikasi juga bisa dipakai untuk memantau apakah halaman sudah terindeks.
  • Dapatkan tautan. Cantumkan alamat situs di profil media sosial, Google Profil Bisnis, dan tempat lain yang relevan.

Daftar periksa SEO dasar yang lebih lengkap, dari judul halaman sampai kecepatan, ada di checklist website siap SEO. Sebagian besar butirnya bisa diterapkan di Google Sites, walaupun butir teknis seperti data terstruktur dan pengalihan berada di luar kendali Anda. Untuk mengukur kecepatan situs yang sudah terbit, gunakan cara di cara cek kecepatan website.

Kapan sebaiknya beralih dari Google Sites

Google Sites bukan pilihan yang salah; ia hanya punya batas. Tabel ini membantu menilai apakah situs Anda masih cocok di Google Sites atau sudah waktunya pindah.

Tabel ini lebih lebar dari layar. Geser ke samping untuk melihat seluruh kolom.

KebutuhanMasih cukup dengan Google SitesSaatnya mempertimbangkan website sendiri
Jumlah halamanBeberapa halaman informasiPuluhan halaman layanan, lokasi, atau produk
Konten rutinPengumuman sesekaliArtikel rutin untuk mendatangkan trafik dari Google
PenjualanPesanan lewat formulir atau WhatsAppKatalog, keranjang, dan pembayaran
Iklan berbayarBelum beriklanHalaman tujuan iklan yang perlu diukur per konversi
Identitas merekTampilan tema standar sudah cukupTampilan harus khas dan konsisten dengan materi lain

Bila sebagian besar kebutuhan Anda ada di kolom kanan, website di hosting sendiri biasanya lebih hemat dalam jangka panjang karena tidak perlu dibangun ulang dua kali. Untuk iklan, halaman tujuan yang bisa diukur dibahas di landing page adalah. Untuk menjual produk, pertimbangannya ada di cara membuat toko online. Gambaran komponen biayanya, dari domain sampai perawatan, ada di biaya bikin website.

Ilustrasi dua kolom: kolom kiri berisi kebutuhan yang masih cukup dengan Google Sites seperti beberapa halaman info dan pengumuman sesekali, kolom kanan bertanda centang berisi kebutuhan yang lebih cocok di website sendiri seperti artikel rutin, katalog, dan halaman tujuan iklan
Semakin banyak kebutuhan Anda berada di kolom kanan, semakin besar alasan untuk membangun website di hosting sendiri sejak awal, daripada membangun dua kali.

Saat pindah, isi Google Sites tidak bisa diekspor menjadi tema WordPress. Teks dan gambar perlu disusun ulang di platform baru. Simpan semua teks asli di dokumen terpisah sejak awal agar perpindahan lebih cepat, dan bila memakai domain sendiri, hubungkan domain itu ke website baru supaya alamat yang sudah dikenal pelanggan tetap sama.

Kesimpulan

Cara membuat Google Sites terdiri dari tujuh langkah: buka sites.google.com, pilih template, beri nama, susun halaman, atur tema, publikasikan, lalu pasang domain dan Analytics bila situs dipakai untuk usaha. Semuanya gratis kecuali domain, dan perawatan teknisnya diurus Google.

Gunakan Google Sites untuk kebutuhan sederhana dan jangka pendek, seperti halaman acara, profil komunitas, atau portofolio pribadi. Contoh susunan halaman untuk portofolio ada di website personal branding. Begitu website diharapkan mendatangkan pelanggan lewat pencarian, iklan, atau penjualan langsung, pertimbangkan website di hosting sendiri. Kalau usaha Anda butuh profil yang lebih lengkap, lihat jasa pembuatan website company profile.

Sumber

Ditulis dan diperiksa oleh tim studio

Studio pembuatan website di Yogyakarta. Cara kami menulis: setiap klaim faktual disertai sumber yang bisa Anda buka sendiri, harga yang dikutip dicatat bersama tanggal pengecekannya, dan artikel diperiksa ulang bila sumbernya berubah.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk

Apakah Google Sites gratis?

Ya. Google Sites bisa dipakai gratis dengan akun Google pribadi, dan situsnya tersaji di alamat sites.google.com tanpa biaya hosting. Biaya baru muncul bila Anda membeli domain sendiri atau berlangganan Google Workspace untuk kebutuhan usaha.

Bagaimana cara membuat Google Sites di HP?

Menurut pusat bantuan Google, langkah membuat, mengedit, dan memublikasikan situs dilakukan di komputer. Di ponsel Anda bisa membuka dan melihat situs yang sudah terbit, tetapi untuk menyusun halaman sebaiknya gunakan laptop atau komputer dengan browser.

Bisakah Google Sites memakai domain sendiri?

Bisa. Pemilik situs dapat menghubungkan domain sendiri lewat Setelan, lalu Domain khusus. Kepemilikan domain biasanya perlu diverifikasi dulu lewat Google Search Console dengan menambahkan data TXT di DNS. Satu situs bisa dihubungkan ke maksimal lima domain khusus, dan perubahan bisa butuh sampai 48 jam untuk terlihat.

Apakah Google Sites bisa muncul di Google Search?

Bisa, selama situs dipublikasikan untuk publik di web. Google Sites juga menyediakan opsi meminta mesin pencari tidak menampilkan situs, yang hanya berupa permintaan dan tidak menjamin. Agar halaman benar-benar ditemukan, tetap perlu isi yang menjawab pencarian, judul halaman yang jelas, dan tautan dari tempat lain.

Apakah Google Sites cocok untuk website usaha?

Cocok untuk kebutuhan sederhana: halaman informasi acara, profil singkat, portofolio pribadi, atau situs internal tim. Untuk usaha yang butuh toko online, formulir yang tersambung ke sistem lain, kontrol penuh atas SEO teknis, atau tampilan yang benar-benar khas, Google Sites cepat terasa sempit.

Bagaimana cara memasang Google Analytics di Google Sites?

Buat properti Google Analytics, salin ID propertinya, lalu di Google Sites buka Setelan, pilih Analytics, dan masukkan ID tersebut. Data butuh waktu sampai 24 jam untuk mulai muncul. Mengganti nama atau jalur halaman membuat URL baru, jadi tentukan alamat halaman sebelum mulai mengukur.

Apa beda Google Sites dengan Blogger dan WordPress?

Google Sites dirancang untuk halaman informasi yang disusun dengan blok seret dan lepas, tanpa sistem artikel yang lengkap. Blogger berfokus pada blog berurutan tanggal. WordPress adalah sistem pengelola konten yang jauh lebih luwes karena tema dan plugin, tetapi butuh hosting dan perawatan sendiri.

Langkah berikutnya

Kerjakan sendiri dulu, daftar periksanya kami buka

Artikel ini ditulis untuk dipakai, bukan untuk menggiring Anda memesan. Pakai daftar periksa 10 poin yang kami centang sebelum serah terima untuk menguji hasil Anda. Kalau ada satu langkah yang mandek, tanyakan lewat WhatsApp tanpa kewajiban lanjut. Kalau suatu saat hitungan waktunya tidak masuk, harga dan total tiga tahun kami terbuka tanpa perlu chat lebih dulu.

  • Domain dan akun atas nama Anda
  • Harga final sampai tahun ketiga
  • Tanggal tayang mengikat
  • Lembar Cakupan dikirim sebelum Anda bayar
Chat WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru) Lihat harga